Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menyatakan rupiah menguat pada Senin karena data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), data Non Farm Payrolls (NFP) edisi Oktober 2023, dan data tingkat pengangguran AS lebih rendah dari ekspektasi.
“Kestabilan nilai rupiah tersebut diukur baik terhadap harga barang/jasa atau kita kenal dengan istilah inflasi maupun dengan mata uang negara lain yang tercermin dari nilai tukar rupiah,” kata Juli.