Dikatakan, khusus untuk Papua ini sudah diumumkan melalui website, ada sekitar 350 yang CPNS yang berasal dari Papua yang akan masuk di rumah sakit vertikal Papua. Selanjutnya akan ada penerimaan gelombang berikut untuk menempati posisi tenaga pendukung seperti security kemudian perawat dan juga ada tambahan-tambahan lain.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sekelompok warga pekerja dari salah satu sub kontraktor yang mengerjakan beberapa pekerjaan di RS Vertikal itu, mengambil kembali aset mereka berupa tanaman bunga yang sudah ditanam. Pihak subkon menilai, vendor pemberi kerja tidak menunjukkan niat baik atau iktikad baiknya untuk menyelesaikan sisa hutang yang belum terbayarkan.
Wakil Ketua Komisi 5 DPRP, H. Jayakusuma, menjelaskan bahwa aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh para dokter spesialis yang menemui anggota Komisi 5 awal maret lalu. "Itulah yang kami dapatkan dari sejumlah dokter spesialis. Mereka datang bertemu dengan kami di Komisi 5 untuk membahas upaya keterlibatan mereka bekerja di RS Vertikal,” ujar Jayakusuma
Dia mengatakan, pengelolaan limbah dari rumah sakit itu harus benar-benar dilakukan secara tepat, dan itu harus diketahui oleh masyarakat yang tinggal di kawasan itu. Pasalnya, warga setempat juga masih mengandalkan air tanah, sehingga pengelolaan limbah rumah sakit itu juga harus benar-benar tepat. Sehingga dampaknya tidak mengganggu masyarakat yang ada di wilayah itu.
Dosen perencanaan Wilayah dan Kota Uncen, Jems Modouw, menyebut, gagasan mendiang Lukas Enembe itu merupakan sebuah gagasan yang brilian. Karena tentunya, membangun pusat pemerintahan di daerah baru tentunya ada perhitungan-perhitungan matang mulai dari ekonominya dan sektor lainnya ke depan.
Direktur Rumah Sakit Dian Harapan, dr.Jon C.F Paat mengakui, ada peningkatan jumlah pasien BPJS Kesehatan yang masuk ke rumah sakitnya, meskipun jumlahnya tidak terlalu signifikan.
Salah satu hal yang dilakukan misalnya dengan adanya pembangunan gedung baru yang bertujuan untuk menambah ruang perawatan bagi pasien yang menggunakan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit tersebut.
Mereka diajarkan keterampilan dasar keperawatan seperti mengganti popok bayi, memandikan pasien lumpuh, dan merawat pasien lainnya. "Prinsip kami, setiap mahasiswa harus memahami dasar-dasar keperawatan sejak awal," ujar Wakil Direktur II RS Marten Indey, Siti Patimah, Kamis (16/1).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita menjelaskan, izin operasional untuk rumah sakit yang dibangun lewat APBD 2023 itu dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sudah turun. ‘’Izin operasionalnya sudah turun dari Kementrian Kesehatan,’’ katanya.
Adapun alasan pihak Rumah Sakit Provita Jayapura, menurut Hernawan, karena pihak RS Provinta ingin mengevaluasi kinerjanya secara internal. Sementara rumah sakit lain di Jayapura masih tetap ada kerjasama dengan BPJS Kesehatan tahun 2025 mendatang.