Jumlah warga Negara Papua Nugini yang melakukan lintas batas , di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kota Jayapura, membludak jelang Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Sehari bisa mencapai empat ribu hingga enam ribu.
  Dia mengatakan, potensi-potensi wisata yang ada di wilayah skouw, selain daerah perbatasan RI-PNG, sebenarnya mempunyai potensi yang sangat luar biasa jika dikembangkan kedepanya. Misalnya potensi wisata Tanjung Skouw. Hanya saja perlu dibenahi kebersihannya jalannya perlu ditata.
 Hal tersebut dilakukan untuk untuk mencegah terjadinya penyelundupan narkotika dan obat psikotropika atau narkoba dari Papua New Guinea (PNG) ke Kota Jayapura, Papua, dengan tujuan supaya pelaksanaan Natal 2024 dan menyambut Tahun Baru 2025 berjalan aman dan nyaman.
Ribuan warga PNG itu masih menunggu pemerintahnya menyerahkan dokumen yang hanya diberikan kepada mereka yang memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga di Indonesia seperti dengan keluarga di Kota Jayapura, Papua.
"Bekerja dengan cerdas, ikhlas, tuntas, dan jaga nama baik TNI AD, khususnya Kodam IM," kata Mayjen TNI Niko berpesan kepada prajurit TNI saat pelepasan di Pelabuhan Kreung Geukeh, Aceh Utara, Minggu. Sebanyak 450 personel TNI Batalyon Infanteri 112/Darma Jaya ini dipimpin Danyonif 112/DJ selaku Dansatgas Letkol Inf. Fiska Bagus Tri Sunaryanto. Mereka menuju wilayah tugas di Papua Tengah menggunakan Kapal KRI Teluk Palu 523.
 Menurut Pawara, peralatan Starlink dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Jayapura kepada kantor pemerintahan maupun warga di Distrik Muara Tami sangat membantu pihaknya dalam pelayanan publik.
Kasubdit Penegakan Hukum Polair Polda Papua Kompol Lintong Simanjuntak, mengatakan, patroli tersebut dilaksanakan untuk menjaga situasi keamanan di sekitar perairan sekaligus mencegah peredaran narkotika jenis ganja yang masuk dari PNG melalui laut .
“Berkenaan selesainya masa penugasan ini, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada satgas pamtas RI-PNG Yonif 726/Tamalatea atas segala dharma baktinya selama penugasan di wilayah Papua Selatan, “ ujar Danrem.
Danrem 174/ATW Brigjen TNI Andy Setyawan membacakan amanat Pangdan XVII/Cenderawasih  mengatakan para prajurit yang melaksanakan Satgas Pamtas Statis RI-PNG ini harus siap karena mereka berada diantara Negara Republik Indonesia dan negara tetangga Papua Nugini (PNG) sehingga banyak pelintas batas yang lewat.Â
Saat menerima rombongan tersebut, Agustinus Joko Guritno mengatakan, banyak permasalahan yang terjadi di wilayah perbatasan PNG-Indonesia di Distrik Sota karena masih terbuka sehingga secara bebas dilintasi masyarakat baik dari PNG maupun sebaliknya dari Indonesia ke PNG. "Untuk itu ada hal-hal yang perlu dibicarakan bersama dalam pertemuan ini,"kata Joko.