Adapun pejabat yang dimutasi adalah Kompol Sajuri yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Ops, kini mengemban tugas baru sebagai Kasat PJR Ditlantas Polda Papua. Sebagai gantinya, Henri Alfredo Korwa yang sebelumnya menjabat Kasat Intelkam Polres Kepulauan Yapen ditunjuk sebagai Kabag Ops Polres Mimika.
"Saya memang sudah menerima dua surat dari polisi dengan waktu yang berbeda, isinya pemberitahuan bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya. Namun menurut Kadis Hub Kota Jayapura itu, dengan waktu yang sudah hampir satu bulan berjalan seharusnya ada informasi perkembangan lebih lanjut.
Hal itu dibenarkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Abepura Kompol Komarul Huda kepada Cenderawasih Pos di lokasi kejadian. Kompol Komarul mengatakan korban diketahui telah meninggal dunia setelah keberadaan korban yang sudah dua hari lamanya tidak ada kabar dengan orangtuanya.
Kapolres Jayawijaya melalui Kasi Humas Polres Jayawijaya Ipda M Suryanto menyatakan untuk langkah pengamanan yang dilakukan Polres Jayawijaya menyikapi situasi politik jelang putusan sela majelis Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan pelaksanaan pilkada untuk pemilihan Gubernur Papua Pegunungan dan Bupati Jayawijaya sudah ada langkah dilakukan jauh -jauh hari.
Kapolres Jayapura melalui Kasat Lantas Polres Jayapura, AKP Robertus Rengil mengatakan sampai saat ini pihaknya mencatat angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jayapura masih terus meningkat.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., mengungkapkan bahwa patroli tersebut difokuskan pada pusat-pusat keramaian, serta lokasi yang berpotensi mengalami gangguan keamanan, seperti aksi kriminalitas dan gangguan ketertiban umum.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., melalui Wakapolres Jayapura Kompol Zakarias Siriey, S.Sos didampingi KBO Sat Narkoba Ipda Sudirman dan Kejaksaan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa barang bukti yang dimusnahkan berupa ganja dengan total berat mencapai 848,6 gram serta empat batang tanaman ganja.
Disebutkan, minuman tersebut diproduksi secara lokal dengan bahan dasar fermentasi air, gula, dan ragi kue, kemudian disuling. Produk ini dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp 50.000 per botol, dan menyasar masyarakat. Sistem penjualannya dilakukan melalui penitipan di beberapa tempat dan juga secara online.
“Kami juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada pengunjung agar selalu berhati-hati saat menikmati wisata air terjun, serta menjaga norma-norma dan aturan yang berlaku, serta mengutamakan keselamatan, baik diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Ipda Agus.
Pengamanan Isra Miraj di Masjid Agung Nurul Islam Sarmi dilaksanakan oleh anggota Satuan Samapta Polres Sarmi yang dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Sarmi Iptu Suratno. Dengan dihadiri lebih kurang 150 orang jemaah.