Akibat dari tak ada pengakuan tersebut Pemprov Papua pegunungan meminta untuk penyelesaiaannya kepada konflik yang terjadi khususnya korban -korban yang luka maupun yang telah meninggal dunia baik dari Kurima, Aslokobal, Wouma dan Lanny Jaya, diketahui bersama dari data kepolisian konflik tersebut menimbulkan korban jiwa 6 orang dengan rincian dari Lanny Jaya 3 orang, Kurima 1 orang, sementara Asotipo dan Asolokobal 2 orang.
Hempy menjelaskan, berdasarkan keterangan rekan-rekan korban, awalnya sekitar pukul 10.34 WIT, saat Jemmi di pinggir kali Mile 46 Distrik Kuala Kencana tengah mengambil material pasir untuk di dulang di mana saat mengambil material pasir dulang.
Dalam perjalanan ia diikuti kemudian diringkus. Hanya menariknya FP mengaku tidak mengetahui jika isi paketan yang dilakban tersebut adalah sabu. Ia hanya mengantarkan barang tersebut untuk diserahkan kepada orang lain.
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara menyampaikan informasi ini langsung. Ia menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang kebetulan melewati Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melihat korban sudah dalam keadaan lemas dan bersimbah darah.
 Kapolsek Heram, Iptu. Bernadus Yunus Ick, mengatakan penemuan granat tersebut berawal dari laporan warga bernama Yotam Tabuni, bahwa ada benda yang diduga granat di dekat pertigaan masuk SMAN 3 dan SMAN 7 Buper Waena.
 Korban, kata Anisa, hanya dilakukan vizum luar. Dari hasil visum tampak jenazah sudah mengalami proses pembusukan. "Kalau penyebab kematian tidak bisa dipastikan karena tidak dilakukan bedah (Otopsi)," jelasnya.
Informasi itu diterima sekitar akhir bulan Mei tahun 2024 bahwa beredar minuman beralkohol yang terindikasi hasil oplosan. Berdasarkan informasi tersebut Kasat Resnarkoba beserta anggota melakukan penyelidikan di Kampung Asiki, Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel.
Betapa tidak, ketiga tersangka tersebut melakukan pemerkosaan terhadap korban kemudian membunuhnya. Tidak manusiawinya karena tersangka ABY menusuk kemaluan korban dengan menggunakan kayu.
Kapolres Mimika AKBP I Gede Putera melalui Kabag OPS Polres Mimika, AKP Sachuri menerangkan, pengamanan akan dilakukan mulai dari rangkaian pawai ta’aruf nanti saat seluruh kontingen tiba di Timika hingga selesai pelaksanaan MTQ.
Dari laporan pihak kepolisian, kejadian bermula ketika personil piket jaga yang sedang melaksanakan Patroli melihat masyarakat dari kelompok Ikabus Gwijangge sedang berkumpul dan bersiap untuk melakukan penyerangan ke pada kelompok Tarni Wandikbo.Â