Dalam razia ini dipimpin oleh perwira pengawas Ipda Ponidi, dengan melibatkan personel gabungan piket fungsi Polres Keerom. Ponidi mengatakan, razia dilaksanakan meliputi pemeriksaan surat-surat kendaraan, kelengkapan kendaraan, barang bawaan.
 Hal ini dilakukan karena jangan sampai mendekat hari pencoblosan ada hal yang dapat menganggu Kamtibmas, sehingga hal ini nanti bisa mempengaruhi kelancaran Pilkada Kabupaten Jayapura yang dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024.
Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, Ipda Daniel Z. Rumpaidus S.H M.H, disampaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari jenis-jenis perjudian online, dampak negatif terhadap individu dan keluarga, hingga ancaman pidana bagi pelaku judi.
  Dia mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, pengerusakan yang dilakukan terhadap kendaraan dinas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura itu dilakukan lantaran kesal dan kecewa karena terlambat sampai di lokasi kejadian.
 Diakui, dari pantauan pagi hari hingga sore hari memang tidak ad pergerakan massa di Kabupaten Jayapura, hanya saja memang terlihat ada beberapa masyarakat pada malam hari mereka sudah pergi atau bergerak ke Kota Jayapura untuk mengikuti aksi demo sehingga ada beberapa masyarakat yang turun ke Kota Jayapura untuk ikut aksi demo.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor D. Mackbon menyampaikan bahwa pihaknya membubarkan aksi demo ini karena beberapa alasan. Pertama aksi ini tidak mendapat ijin dari pihak kepolisian dan kedua aksi yang dilakukan menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat dan mengganggu ekonomi warga.
 Karena itu, kata Kombes Victor, perbuatan tersebut tidak hanya dapat merugikan diri sendiri tetapi juga dapat merugikan orang banyak. Untuk itu, kata dia perlunya kesadaran dari dalam diri sendiri. Dia mengatakan itu, karena beberapa kali pihaknya telah mengungkap berbagai kasus dan memberikan efek jera kepada pelaku, namun seakan tidak mempan bagi pelaku.
Akibatnya, dua rumah dan satu honai dibakar massa. Namun situasi tersebut dapat diredam usai aparat kepolisian dari Polres Jayawijaya turun ke lapangan dan menenangkan keluarga korban serta juga meminta keluarga pelaku untuk tidak melakukan aksi pembalasan, sebab kasus tersebut telah ditindak lanjuti oleh kepolisian.
 Dijelaskan, selama ini jika terjadi kasus kriminalitas apakah penjambretan, Curas dan Curanmor, kasus Laka Lantas, pihak Polres Jayapura sangat terbantu sekali dalam pengungkapannya karena dibantu adanya gamabr yang terekam di CCTV.Â
 Meski secara resmi telah dilakukan pergeseran pasukan, namun personel yang masuk dalam pengamanan ini akan bergerak sesuai dengan distribusi logistik masing-masing wilayah. Karena personel yang melakukan pengamanan TPS ini sekaligus juga mengawal dan mengamankan distribusi logistik dari Merauke ke masing-masing daerah tujuan di 22 distrik yang ada di Merauke.