TT diketahui terlibat dalam penembakan Bripda Choisu Yason Norman Rumabar pada hari Selasa (10/12) lalu di Kampung Lungguineri Distrik Pagaleme Kabupaten Puncak Jaya. Ketika itu aparat sempat melakukan tembakan balasan namun ternyata mengenai TT saat kelompok ini hendak melarikan diri.
Tak hanya itu, ada juga seorang warga sipil yang ikut jadi korban. Ia tertembak. Kejadian ini terjadi di Jalan Nogi-Wamena, Kampung Yakobak, Distrik Nogi, Kabupaten Lanny Jaya Rabu (11/12) sekira pukul 12.35 WIT dimana berdasarkan informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, terdapat dua anggota Polres Lanny Jaya yang tertembak.
Direktur Samapta Polda Papua, Kombes Pol. Sondang R.D. Siagian, mengatakan saat ini korban sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura, setelah mengalami luka akibat insiden tersebut. Dalam kunjungannya Kombes Sondang, menyampaikan dukungan moril kepada Bripda Choisu dan keluarganya. Ia menegaskan bahwa Polda Papua akan memberikan perhatian penuh terhadap pemulihan korban.
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., melalui Kapolsek Sentani Timur Iptu Susan Tecuari didampingi Kepala Distrik Sentani Timur Eslie Suangburaro, SH, Kanit Reskrim Polsek SenTim. Aiptu Frengki Pangkali,S.H dan Tokoh Masyarakat bapak Anton Maring.
"Situasinya sudah aman ya," singkat Benny saat dikonfirmasi kemarin. Dia menyatakan situasi di Kabupaten Intan Jaya mulai membaik. Masyarakat pun mulai beraktivas seperti biasa.Benny menjelaskan pasca kerusuhan itu hingga kini anggotanya masih rutin melaksanakan patroli untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang beraktivitas.
Berdasarkan hasil informasi, keberadaan pelaku terdeteksi di kawasan Dok V, Distrik Jayapura Utara. Tim gabungan yang dipimpin Aipda Aris Haryanto bersama personel Polsek Sentani Timur dan Patmor Jayapura Utara bergerak ke lokasi. Setibanya di Hotel Numbay, pelaku, RA (34), warga Distrik Jayapura Utara, ditemukan di salah satu kamar bersama sejumlah barang bukti.
"Kita butuh jawaban dari Sat Reskrim Polres Jayapura karena laporan kita sudah lama sekali, apakah kasus pengeroyokan ini sudah ditangani atau belum, kami butuh kepastiannya, apakah sudah dipanggil keluarganya pelaku pengeroyokan sejauh mana hasil penyelidikan dan pemanggilan para saksi-saksi baik dari korban maupun orang yang ada di lokasi kejadian termasuk pelakunya,"ungkapnya
Ketua PPS Kampung Nawaripi, Yosep Mayabubun menyebut, kericuhan terjadi akibat adanya warga yang hendak mencoblos, namun warga tersebut tidak terdaftar dalam DPT untuk TPS 001. “Warga tersebut ngotot hingga mengamuk, mengakibatkan terjadinya kericuhan,” kata Yosep.
Tepatnya di depan Ruko Sebelum Hotel Suni Hawai Sentani yang mengakibatkan pengemudi mobil Mengalami luka luka dan Mobil mengalami Kerusakan (Kerugian Material). Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay saat dikonfirmasi wartawan Cenderawasih Pos, terkait kejadian tersebut membenarkan.
Usai melakukan aksinya, ET memilih kabur dan kini ia dalam pencarian Polres Jayawijaya. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, saat dikonfirmasi telah membenarkan adanya kasus pembunuhan tersebut.