Mewakili keluarga, Pdt. Alexander Mauri menyatakan keluarga kembali datang ke Mapolres Jayawijaya untuk menagih janji yang telah diucapkan Kapolda Papua di tempat yang sama pada saat melakukan pertemuan sebulan lalu, untuk memproses AKP RM dengan pemecatan secara tidak hormat dan prosesnya di hadapan keluarga di Polres Jayawijaya.
Selain itu, ada 11 Kapolres yagn diganti. Yakni Kapolres Merauke yang lama AKBP Ahmad Untung Surianata S.T. M.H mendapatkan jabatan baru sebagai Kabagada Biro Logistik Polda Papua, dan sekarang digantikan dengan AKBP Sandi Sultan, S.I.K yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Intan Jaya.
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo memberikan apresiasi karena ketiganya telah bertugas dan memuliakan pekerjaan dimana selama bertugas di Polri bisa dibilang tanpa cacat secara teknis atau memberikan pengabdiannya sepenuh hati.
‘’Sampai hari ini, kita di Kabupaten Merauke dalam kondisi aman, tentram, rukun dan damai. Ini berkat pengabdian TNI dan Polri serta seluruh elemen bangsa yang ada di Kabupaten Merauke,"ungkapnya.
Kegiatan itu diikuti seluruh jajaran Polda dan Polres baik secara langsung maupun virtual. Polda Papua turut berpartisipasi dalam upacara puncak Hari Bhayangkara ke-76 yang digelar pagi kemarin.
Ka SPN Polda Papua Kombes Pol Taufik Irfan Awaludin dalam sambutanya mengatakan Kegiatan tersebut merupakan hasil dari kerja keras kita semua sehingga gedung ini bisa berdiri seperti sekarang ini.
Dalam sambutannya Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, S.I.K menyampaikan yang intinya, kenaikan pangkat yang diterima tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri serta menjadi suatu kehormatan dalam meniti karier di lingkungan Polri.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh Safei. A.B, SE menyatakan, ada 29 personel yang mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya, termasuk personel Brimob Polri yang diperbantukan di Wamena juga menerima kenaikan pangkatnya di Polres Jayawijaya.
Untuk kekerasan bersenjata, Polda Papua membeberkan bahwa hingga 6 bulan ini ada 17 warga sipil yang tewas akibat KKB. Lalu ada 7 orang anggota TNI dan 1 anggota Polri yang meninggal dunia.