Pasalnya bila sudah terlanjut masuk atau tersebar virus atau penyakit hewan menular ini, tentu tidak hanya berdampak kepada kematian ternak saja, tapi juga bisa berimbang kepada masalah ekonomi yang berkepanjangan. Sebab, untuk pemulihan atau pemusnhana penyebab penyakit tentu butuh waktu yang cukup lama.
  Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Jece Mano mengatakan, terkait kehadiran kandang-kandang ternak yang ada disekitaraan bantaran sungai di sekitaran kantor pemerintahan walikota atau di samping gedung mess BPK dan Graha Pena Papua itu sebenarnya pihaknya sudah menegur melalui petugas dinas tersebut.
  Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua MP Koibur, menyebut hingga hari ini di Provinsi Papua tidak ditemukan virus ASF. Hal ini dikarenakan pihaknya telah melakukan penutupan akses ternak dan produk olahan babi dari luar daerah.
  Meski begitu di Kota Jayapura belum ditemukan tanda-tanda infeksi virus baru tersebut ke ternak babi. Pihaknya juga terus waspada dengan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya terutama untuk memastikan tidak adanya hewan masuk terutama bagi dari luar Kota Jayapura terutama dari daerah-daerah yang memang saat ini sudah terinfeksi virus tersebut seperti di Timika.