Dia mengatakan layanan itu memang belum benar-benar maksimal. Karena sejatinya untuk perpustakaan dan kearsipan itu harus memiliki gedung yang representative minimal memiliki tiga ruangan. Mulai dari ruang koleksi Ruang Baca dan ruang pelayanan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Dantje Nere mengatakan, saat ini, di beberapa distrik dan kampung telah memiliki perpustakaan sendiri, seperti di Distrik Kwamki Karama, Mapurujaya, dan Wania dan akan mulai beroperasi dalam tahun ini.
“Dalam serah terima jabatan yang dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan, dilakukan penandatanganan berita acara. Kemudian semua yang berkaitan dengan pengurusan dana UP, bantuan bantuan dari pusat dan bantuan lainnya yang diperuntukkan untuk Perpustakaan langsung kita eksekusi dan beralih ke beliau,” jelasnya.