Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai Motivasi dan Inspirasi Persatuan dalam Keberagaman di Tanah Papua”, peringatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan Papua tidak hanya bertumpu pada infrastru
Peletakan batu pertama dilakukan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus Silubun, Ketua MRP Papua Selatan Damianus Katayu, Lo Kabinda Papsel Kolonel Inf. Gatot Rahmat, Pimpinan PRR Regio
Jembatan kedua bahkan belum pernah dibangun permanen. Untuk bisa menyeberang, warga hanya mengandalkan batang kayu log dan bambu yang ditata seadanya. Diikat menggunakan kabel hitam tipis. Kondisi ini tentu berisiko ting
Langkah ini sekaligus menjadi komitmen Johannes Rettob dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut. Hal tersebut disampaikan Johannes saat ditemui wartawan di Hotel Cenderawasih 66, Mimika, Papua Tengah,
Ia mengucapkan terima kasih kepada pengurus gereja Buti serta masyarakat suku Asmat. Apolo Safanpo menyebut, gereja merupakan wadah untuk berkumpul menyatukan persepsi, bekerjasama, dan membentuk iman para umat.
Ia mengatakan, pembangunan di Papua memiliki karakteristik unik dengan tantangan dan peluang yang spesifik. Kondisi geografis, keanekaragaman budaya lokal, dan dinamika sosial masyarakat Papua membutuhkan pendekatan kepe
Menurutnya, Pemprov Papua Pegunungan pastikan telah menyelesaikan pembayaran lahan tersebut seluas 42 hektar, sehingga dengan lahan yang luas tersebut akan dibagi lagi untuk dihibahkan kepada instansi vertikal yang aman
Johannes menyebutkan, Pemkab Mimika telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan sekolah rakyat. Lahan tersebut juga telah disurvei oleh tim dari Kemensos dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (
Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Tolikara, Yotam Wonda, SH, M.Si, didampingi Sekretaris Daerah, Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos, MA, serta Kepala Bappeda Tolikara, Elisabet Y. Flassy, SE, MM. Dalam Forum ini dihadiri oleh s
Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa, mengatakan rencana dibangunnya SPBU Apung adalah untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir akan bahan bakar minyak (BBM).