Setelah 2 Kali Gagal, Asrama Putri Santa Anna Mindiptana Akhirnya Dibangun

BOVEN DIGOEL – Setelah 2 kali gagal, pembagunan 7 asrama di 4 kabupaten cakupan Papua Selatan akhirnya dibangun. Pembangunan 7 asrama ini wilayah cakupan Papua Selatan ini dipusatkan di Asrama Putri Santa Anna Biara Putri Reinha Rosari (PRR) Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel.

Peletakan batu pertama dilakukan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus Silubun, Ketua MRP Papua Selatan Damianus Katayu, Lo Kabinda Papsel Kolonel Inf. Gatot Rahmat, Pimpinan PRR Regio Papua Suster dr. Berta Simamora, PRR.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menyebut pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah investasi jangka Panjang. Apa yang dilakukan hari ini manfaatnya akan dirasakan 10-20 tahun kemudian.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat tingkat SMA di Papua Butuh 50 Guru

“Pendidikan ini jangka panjang, kita rugi hari ini tapi kedepan anak-anak kita akan mewarisi negeri leluhur mereka, membangun daerahnya, alamnya, dan membangun sumber daya manusia,”katanya lagi.

Menurutnya, sebenarnya pembangunan asrama ini sudah direncanakan sejak 2023 di empat kabupaten yang ada di Provinsi Papua Selatan, saat masih menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Selatan.Kalah itu, direncanakan pembangunan berpola asrama di tingkat distrik, kabupaten hingga tingkat provinsi namun dibatalkan, lantaran bukan kewenangan provinsi.

BOVEN DIGOEL – Setelah 2 kali gagal, pembagunan 7 asrama di 4 kabupaten cakupan Papua Selatan akhirnya dibangun. Pembangunan 7 asrama ini wilayah cakupan Papua Selatan ini dipusatkan di Asrama Putri Santa Anna Biara Putri Reinha Rosari (PRR) Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel.

Peletakan batu pertama dilakukan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus Silubun, Ketua MRP Papua Selatan Damianus Katayu, Lo Kabinda Papsel Kolonel Inf. Gatot Rahmat, Pimpinan PRR Regio Papua Suster dr. Berta Simamora, PRR.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menyebut pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah investasi jangka Panjang. Apa yang dilakukan hari ini manfaatnya akan dirasakan 10-20 tahun kemudian.

Baca Juga :  TKD 2026 ke Pemprov Papua Selatan Berkurang Rp 536 Miliar

“Pendidikan ini jangka panjang, kita rugi hari ini tapi kedepan anak-anak kita akan mewarisi negeri leluhur mereka, membangun daerahnya, alamnya, dan membangun sumber daya manusia,”katanya lagi.

Menurutnya, sebenarnya pembangunan asrama ini sudah direncanakan sejak 2023 di empat kabupaten yang ada di Provinsi Papua Selatan, saat masih menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Selatan.Kalah itu, direncanakan pembangunan berpola asrama di tingkat distrik, kabupaten hingga tingkat provinsi namun dibatalkan, lantaran bukan kewenangan provinsi.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya