“Rabu pagi (Kami) menerima laporan bahwa pada selasa sore tepatnya pukul 18.30 WIT telah terjadi laka laut sebuah perahu ketinting berpenumpang 8 orang berangkat dari Atsj tujuan Comoro. Namun pada saat di perjalanan perahu tersebut dihantam ombak dan terbalik di sekitar perairan kali Betc,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu siang.
Joko Guritno menjelaskan, kegiatan ini sesuai amanat Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol (purn) Budi Waseso dalam rapat kerja Nasional pada 13 Januari 2025 tentang pemekaran dan pembentukan kwarda gerakan pramuka pada daerah otonomi baru di Provinsi Papua dan Papua Barat.
‘‘Kehadiran investasi atau investor apapun di Papua Selatan harus kita akui itu meningkatkan pendapatan asli daerah kita. Oleh karena itu, harus kita berikan tingkat kenyamanan dan keamanan. Baik kepada masyarakat lokal maupoun kepada investor itu sendiri,’’ kata Yoseph Yanawo Yolmen kepada media ini, baru-baru ini di Merauke.
"Jadi untuk kuota nasional 2025 ada sebesar 220.000 unit. Dan ini sifatnya tidak di bagi per provinsi, jadi siapa cepat dia dapat. Memang dengan segala hambatan di Papua Selatan, pencapaian kita masih jauh dari provisi lain. Tahun kemarin data terakhir (Oktober 2024) yang saya dapat Provinsi Papua Selatan untuk REI hanya 74 unit saja, karena kuota sudah habis duluan,"katanya Kepada wartawan Cenderawasih Pos
Dandim Ahmad Ali Akbar mengaku pihaknya masih menunggu penyelidikan penyebab korban memilih bunuh diri tersebut. ‘’Kita masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Masih dalam pengusutan,’’ kata Dandim. Namun demikian, lanjut Dandim Ahmad Ali Akbar, indikasi awal almarhum memilih jalan tersebut karena masalah utang piutang.
Kepada wartawan seusai rapat, KH. Mohammad Arifin menjelaskan, silaturahmi sekaligus konsolidasi ini dilakukan dalam rangka Harlah PBNU ke-102 tanggal 2 Februari 2025. Dalam konsolidasi ini, lanjut dia, seluruh MWCNU menyampaikan kondisi riil masing-masing diantaranya bahwa rata-rata kepengurusan dari MWCNU yang ada di Merauke masa berlakunya sudah berakhir.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Mopah Merauke Okto Firdaus Fairi Rianto, ST, dalam press releasenya yang diterima media ini mengungkapkan, kewaspadaan dini terkait dengan cuaca ekstrem ini terkait dengan terpantaunya adanya gangguan atmosfir yang menyebabkan terjadinya peningkatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Provinsi Papua Selatan dan sekitarnya yang berlangsung 18-25 Januari 2025.
Kepala BWS Papua Merauke Nonce Saman, ST, MT, memimpin langsung pembersihan drainase cara manual tersebut. Nonce Saman menjelaskan bahwa salah satu penyebab terjadinya banjir ketika itentitas hujan cukup tinggi karena saluran drainase yang ada sudah tertutup dengan sampah maupun dengan rumput.
Terkait dengan perpanjangan dalam rangka Musda itu, lanjut Antonio Ohoitimur, maka akan tim bentuk tim penjaringan yang secara regulasi berlangsung selama 3 bulan. Namun bisa dibuat singkat selama 1 bulan.
Penyerahan diawali untuk masyarakat Kampung Buti. Sebanyak 200 paket bantuan berisi sembako, buku, tas daqn kaos diserahkan kepada Kepala Kampung Buti Wahyuni Winoto. Kemudian 200 paket juga untuk warga yang ada di Pintu Air Transito, Kelurahan Maro. Terakhir 200 paket untuk warga yang tinggal di Jati-Jati, Kelurahan Rimba Jaya-Merauke.