Cuti bersama hari raya Idul Adha 1445 Hijriyah, sejumlah tempat wisata di Kota Jayapura Papua ramai dikunjungi wisatawan, salah satunya Wisata Pantai Hamadi. Pantai yang terletak di Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura itu masih menjadi tempat favorit bagi masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya untuk mengisi hari libur.
Ketua Komunitas Trash Hero Biak, Jack Rumbekwan mengakui, aksi ini lebih kepada kepedulian, dan rasa cinta terhadap lingkungan. Disamping tentu saja, akan membawa dampak yang baik bagi para wisatawan, yang datang berkunjung.
Sekda Kota Jayapura, Frans Pekey menyebut pentingnya berkolaborasi dan merubah paradigma atau perilaku nyampah pada warga. Dari kegiatan yang dilakukan selama 2 jam itu diperoleh hasil 1,3 ton sampah. Lokasi pembersihan dilakukan di pantai dan hutan bakau samping Venue Dayung.
Pantai Hamadi merupakan salah satu pantai di kota Jayapura yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan ketika hari libur tiba, baik itu libur akhir pekan maupun libur Hari Raya besar lainnya. Namun, karena cuaca hujan dua hari belakangan ini, warga enggan bepergian, termasuk wisata di pantai.
Mezaac menjelaskan, abrasi Pantai Lampu Satu Merauke yang sangat masif ini selain karena alam juga karena ulah manusia. Dimana selama ini pantai Lampu Satu Merauke yang berbahan pasir pantaiu itu digali dan dijual.Â
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, Pj Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Bupati Merauke Romanus Mbaraka, ikut mendampingi KSAD dalam melakukan penanaman pohon mangrove tersebut.
  Tak hanya itu, mereka juga terjaring tengah asyik menghisap ganja. Melihat ini polisi langsung mengamankan kelima pemuda tersebut. Dari hasil penyidikan diketahui lima pemuda ini yakni AW (21), DM (24), JI (21), MK (20) dan RM (24). Kelima pelaku, yang diamankan di lokasi venue dayung Pantai Holtekamp ini, merupakan warga Distrik Abepura.
  Di satu sisi, pihaknya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Jayapura yang telah memberikan perhatian serius terhadap penanganan abrasi di Kampung Holtekam. Di mana abrasi ini sebelumnya telah menyebabkan hilangnya beberapa kuburan tua milik warga.
  Pihak BWS Papua, kata dia, sedang berkoordinasi dengan masyarakat adat. Apabila koordinasi dengan masyarakat adat telah mendapatkan sebuah keputusan, maka BWS akan bangun penahan ombak di wilayah Hamadi-Holtekamp.
Bagaimana tidak syok dengan kejadian yang begitu cepat. Lima menit sebelum dinyatakan tenggelam Nurul-Ibunda Muh Zidan menyampaikan bahwa Ia sempat melihat kedua korban berjalan bersama sambil memegang tangan di pinggir pantai dan tidak berenang.