Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita yang dihubungi media ini mengungkapkan bahwa pasien Covid-19 yang meninggal tersebut karena ada penyakit penyerta atau komorbid. ‘’Rabu kemarin, yang bersangkutan masuk dan dari hasil pemeriksaan swab terkonfirmasi positif Covid,’’ tuturnya.
Padahal, jauh-jauh hari sejumlah sekolah TK/PAUD ini sudah mengajukan proposal kesiapan mereka untuk menghadapi pembelajaran tatap muka di sekolah, bagi anak-anak didik mereka. PAUD/TK nampaknya bersabar, menunggu sampai dengan pandemic Covid-19 ini benar-benar reda dan terkendali.
"Terlebih dahulu kami akan melakukan pertemuan dengan beberapa kepala OPD untuk pengecekan di bandara dengan KKP," kata Mathius Awoitauw kepada wartawan di Sentani, Kamis (3/2).
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule menjelaskan, sampai dengan saat ini pihaknya masih menunggu klarifikasi dari Litbangkes Pusat terkait pemeriksaan sample yang diduga Omicron di Papua.
Padahal, sehari sebelumnya, angka kasus Covid-19 Kota Jayapura baru mencapai 83 kasus. Artinya, dalam satu hari terjadi 27 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Kemungkinan, penyebaran di tengah masyarakat masih terjadi, sehingga warga diimbau untuk tetap mentaati protokol kesehatan dimana berada.
Nevile menjelaskan, selain sudah lebih 1.000 anak yang sudah menjalani vaksin dosis pertama ini, satu anak ditemukan terkonfirmasi Covid-19 ketika anak tersebut akan menjalani pemeriksaan awal untuk vaksin. ‘’Tapi, anak tersebut isolasi mandiri karena gejala ringan,’’ tandasnya.
‘’Minggu kemarin, kita sudah kirim sampel ke Balitbangkes Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebanyak 8 sampel dari pasien yang terkonfirmasi positif yang kita kirim,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya, Rabu (2/2).
“Rumah sakit segera menyiapkan ruangan-ruangan untuk penanganan kasus Covid-19. Teristimewa yang bergejala sakit sedang menuju ke berat, berat maupun yang kritis. Kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit provinsi, rumah sakit kabupaten hingga di level Puskesmas, itu menjadi kata kunci untuk kita bisa mengatasi ledakan ketiga,” tuturnya.
Dikatakan dr Sumule, kendati kembali meningkatnya kasus Covid-19, namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan dari Litbangkes Provinsi Papua terkait adanya pasien Covid-19 varian Omicron di Papua.