Ketua NPCI Papua, Jayakusuma menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) NPCI Pusat di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (27/4).
Rakernas merupakan agenda tahunan yang diikuti oleh seluruh ketua NPCI seluruh Indonesia untuk menyatukan visi misi
Ketua NPCI Papua, Jayakusuma mengatakan pengurus NPC hingga saat ini banyak menghadapi kendala dalam melakukan pembinaan atlet disabilitas di Papua. Khususnya dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
Kedelapan atlet NPCI Papua kini menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Solo. Mereka adalah Bernadus Zadrak Waipon (para atletik), Dapiel Bayage (para atletik), Scolastika N. Valentin (blind judo), Reiner Wil
“Pembinaan olahraga disabilitas juga ada di bidang kami, sehingga kami perlu melihat bagaimana pembinaan atlet disabilitas di NPCI Papua dan bagaimana pemerintah mendukung atlet disabilitas,” ungkap Eksi Yuneti Peputrini
Para atletik mendulang 4 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu. Kemudian para renang mengoleksi 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Capaian tersebut menempatkan NPCI Papua pada peringkat 7. Posisi pertama atau juara umum menja
NPCI menambah 1 medali emas dari Para Atletik, Frans Marcelino Dayapo di nomor 400 meter T45-47 putra. Kemudian satu medali perak dari Bernadus Zadrak Waipon di nomor lari 400 meter T20 putra.
Pundi-pundi medali Papua hadir dari cabang olahraga Para Renang, De Jhon Waromi kembali berhasil mengalungkan medali emas pada nomor 100 meter gaya dada S12 putra dengan catatan waktu 1:15.64 menit. Medali tersebut merup
Medali emas dan perak lahir dari De Jhon Waromi pada nomor 50 meter gaya dada dengan catatan 33.27 detik dan medali perak pada nomor 100 meter gaya punggung. Ketua NPCI Papua, Jayakusuma melayangkan pujian kepada De Jhon
“Dua hari lalu saya bertemu dengan inspektorat Papua menanyakan soal bonus atlet, ada juga pihak dari Disorda. Karena kami dari NPCI sudah memasukan data dan menunggu kapan pencairan,” ungkap Jayakusuma kepada Cenderawasih Pos
Perolehan 11 medali terdiri atas 6 medali emas, 3 medali perak dan 3 medali perunggu. Papua saat ini sudah mengantongi total 23 medali emas, 29 medali perak dan 26 medali perunggu dengan total keseluruhan 78 medali.
Dari para atletik tercipta dua rekor nasional lewat lempar cakram dicatatkan oleh Ani Yikwa klasifikasi F55. Selain meraih medali emas, dia juga berhasil mencatatkan lemparan 15,20 meter. Memecahkan rekor sebelumnya dengan catatan 15,10 meter.
Kontingen Papua masih memiliki kans untuk mendulang medali emas pada hari kelima atau Jumat (11/10). Beberapa cabang atlet andalan mereka akan tampil di nomor final seperti para panahan, atletik, renang, menembak, tenis meja.
Pelatih kepala sepak bola Papua, Abdul Manaf, mengatakan bahwa pemainnya sudah berjuang maksimal untuk merebut tiket final. Hanya saja, tuan rumah dinilai lebih siap dan memiliki pemain yang cukup berpengalaman.
Perolehan medali emas pertama diraih oleh Humawar kelas 67 kg putri dengan total angkatan 243kg. Humawar mengalahkan dua pesaingnya asal Jawa Barat, Aprina Setiyowati peraih medali perak dengan total angkatan 192kg dan Jahrotun asal Jawa Tengah dengan total angkatan 105kg.
"Sampai hari hari keempat, akhirnya kita bisa meraih satu emas lewat Nurul dan satu perak lewat Maemunah. Mereka berdua di final, all papua final," ungkap pelatih Judo Papua, Ahmad Bahar kepada Cenderawasih Pos.
Adapun 3 medali emas diraih lewat cabang olahraga para renang 2 medali dan para atletik 1 medali. Kemudian medali perak dan perunggu lainnya juga diperoleh dari Renang, Atletik dan Judo Tuna Netra.
"Saya sangat bersyukur dan puji Tuhan kita jauh-jauh datang dan menyumbangkan medali untuk Papua," ungkap Ondi kepada Cenderawasih Pos. Ini adalah medali emas kedua bagi Ondi di ajang Peparnas. Pada Peparnas sebelumnya di Papua, wanita berusia 27 tahun itu juga berhasil mengalungkan medali emas. "Ini emas kedua bagi saya, tapi ini benar-benar luar biasa karena saya bisa meraihnya di luar Papua," ujarnya.
Sepak bola CP memboyong 11 pemain terbaik mereka dan sangat optimis dengan persiapan yang sudah mereka lakukan di Jayapura selama ini bisa menunaikan misi mereka untuk kembali mengalungkan medali emas untuk kedua kalinya di ajang Peparnas.
Target tersebut terbilang realistis dengan melihat kekuatan atlet NPCI Papua pada iven olahraga nasional empat tahunan itu. 66 medali emas itu nantinya diraih lewat 12 cabang olahraga yang akan diikuti.
Pada Peparnas XVI 2021 silam, Ang- kat Berat Papua sukses mengalungkan 1 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Namun pa da Peparnas kali ini, Angkat Berat Papua mematok target 2 medali emas. "Kami menargetkan 2 medali emas dari Cabor Angkat Berat. Karena kita sudah berlatih kurang lebih 6 di Kalimantan," ujarnya.
Memboyong 11 pemain, sepak bola Papua sangat optimis dengan persiapan yang sudah mereka lakukan bisa menu- naikan misi mereka untuk kembali meng- alungkan medali emas. "Kami membawa