Menurutnya, berdasarkan data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (p3ke) yang dikeluarkan oleh kementerian koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan republik indonesia (kemenko pmk ri), bahwa data masyarakat miskin ekstrem di provinsi papua tengah yaitu sebesar 71.388 jiwa yang tersebar di 8 (delapan) kabupaten se-provinsi papua Tengah.
Saksi sempat menggedor seng dan berusaha memanggil korban, namun karena api mulai membesar saksi tersebut tidak sempat masuk kedalam rumah korban. Selanjutnya, kata Kabid Humas saksi bergegas untuk mencari bantuan kepada tetangga lain untuk memadamkan api tersebut.
Haluk menjelaskan, Tahun 2024 seluruh Indonesia termasuk Provinsi Papua Tengah akan menjalankan beberapa agenda penting terutama penyelenggaraan pemilu dan Pilkada serentak.
“Sebagai Perempuan Papua, saya merasa bahagia dan bangga atas kepercayaan yang diberikan negara kepada saya. Ini adalah tanggungjawab yang besar yang tentunya akan kami tunaikan secara maksimal,” tuturnya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menyebut, kronologis kebakaran ini mengungkap bahwa api pertama kali terlihat sekira pukul 03.30 WIT oleh saksi Ahmad (39) dan saksi Ansar.
Penjabat (Pj.) Gubernur Provinsi Papua Tengah, Ribka Haluk S.Sos., MM menjelaskan Pemerintah Provinsi Papua Tengah saat ini memiliki empat Satgas diantaranya Satgas stunting, Satgas pengangguran, Satgas pendalian inflasi daerah dan Satgas kemiskinan ekstrem.
Dalam sambutannya, Ribka Haluk menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta Pesparani dari 8 kabupaten dan selamat memuji Tuhan dengan menyanyi dan seminar-seminar sehingga nama baik Papua Tengah tetap terpelihara dengan baik berlandaskan nama Tuhan.
" Kehadiran di Apel pagi ini menurun baik Pimpinan OPD, Esalon-esalon maupun pegawai. Kami tekankan kinerja dan pelayanan kerja harus maksimal, " tegas Pj. Gubernur Papua Tengah dalam Apel bersama, Senin (9/10).
Penjabat Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM, menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor IPDN, Dr. Drs. Hadi Prabowo, M.M., di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor Jawa Barat, Rabu (4/10) kemarin.
Pj. TP PKK Provinsi Papua Tengah, Yosina Rumondang Panjaitan Anwar Damanik mengungkapkan menindaklanjuti arahan Pj.Gubernur Papua Tengah selaku Pembina TP PKK bahwa terdapat program nasional yang harus disukseskan bersama.