229 Rumah Tangga Tak Mampu di Papua Tengah Bisa Nikmati Listrik PLN

NABIRE, – Pemerintah, DPR dan PT PLN (Persero) bersinergi menyalurkan sambungan listrik gratis dari program Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) kepada 229 keluarga tidak mampu di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Sinergi ini sebagai bukti nyata negara hadir untuk memberikan energi yang berkeadilan.

Hadirnya listrik disambut suka cita oleh masyarakat Nabire, salah satunya adalah Ibu Opniel. Warga Distrik Nabarua tersebut mengaku bahagia atas bantuan yang diberikan pemerintah dan PLN karena kini dirinya tidak perlu lagi “menumpang” untuk mendapatkan listrik di rumahnya.

“Saya sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya bantuan listrik ini. Sebelumnya kami menyambung listrik dari tetangga dan biayanya cukup besar, kisaran 100 sampai 300 ribu setiap bulannya hanya untuk kebutuhan listrik. Sekarang jadi lebih terjangkau,” ungkap Ibu Opniel.

Baca Juga :  Peningkatan Pembelian Tiket Kapal Meningkat

Senada dengan Ibu Opniel, masyarakat penerima bantuan, Mathius Bondo yang mengaku bekerja sehari-hari sebagai kuli musiman juga mengungkapkan kegembiraannya,  akhirnya memperoleh akses listrik sendiri. “Terima kasih kepada pemerintah dan PLN kArena telah memperhatikan kami sebagai rakyat kecil,” ucapnya.

Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten Nabire, La Halim menyampaikan,  keberadaan listrik sangat membantu masyarakat dalam beraktivitas produktif di malam hari termasuk aktivitas belajar untuk anak sekolah. Maka, bantuan ini menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik lewat penyediaan akses listrik bagi rumah tangga kurang mampu.

  Anggota Komisi VII DPR RI, Marthen Douw dalam sambutannya mengatakan, “sejak tahun 2022 bantuan ini kami usulkan dengan kuota 800 penerima manfaat. Tahun 2023, 1.200 penerima manfaat, dan di tahun 2024 sebanyak 2.133 penerima manfaat.”

Baca Juga :  Usaha Laundry Menjamur, Antar-Jemput Demi Pertahankan Pelanggan

“Dari kampung Napanwainami, sampai kampung Akudiomi kami sentuh dan sudah menyala kiranya menjadi manfaat bagi semua keluarga penerima bantuan BPBL ini,” ungkapnya.

NABIRE, – Pemerintah, DPR dan PT PLN (Persero) bersinergi menyalurkan sambungan listrik gratis dari program Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) kepada 229 keluarga tidak mampu di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Sinergi ini sebagai bukti nyata negara hadir untuk memberikan energi yang berkeadilan.

Hadirnya listrik disambut suka cita oleh masyarakat Nabire, salah satunya adalah Ibu Opniel. Warga Distrik Nabarua tersebut mengaku bahagia atas bantuan yang diberikan pemerintah dan PLN karena kini dirinya tidak perlu lagi “menumpang” untuk mendapatkan listrik di rumahnya.

“Saya sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya bantuan listrik ini. Sebelumnya kami menyambung listrik dari tetangga dan biayanya cukup besar, kisaran 100 sampai 300 ribu setiap bulannya hanya untuk kebutuhan listrik. Sekarang jadi lebih terjangkau,” ungkap Ibu Opniel.

Baca Juga :  Seleksi Sekda Definitif Kabupaten Mimika Kini Masuk Tahap Akhir 

Senada dengan Ibu Opniel, masyarakat penerima bantuan, Mathius Bondo yang mengaku bekerja sehari-hari sebagai kuli musiman juga mengungkapkan kegembiraannya,  akhirnya memperoleh akses listrik sendiri. “Terima kasih kepada pemerintah dan PLN kArena telah memperhatikan kami sebagai rakyat kecil,” ucapnya.

Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten Nabire, La Halim menyampaikan,  keberadaan listrik sangat membantu masyarakat dalam beraktivitas produktif di malam hari termasuk aktivitas belajar untuk anak sekolah. Maka, bantuan ini menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik lewat penyediaan akses listrik bagi rumah tangga kurang mampu.

  Anggota Komisi VII DPR RI, Marthen Douw dalam sambutannya mengatakan, “sejak tahun 2022 bantuan ini kami usulkan dengan kuota 800 penerima manfaat. Tahun 2023, 1.200 penerima manfaat, dan di tahun 2024 sebanyak 2.133 penerima manfaat.”

Baca Juga :  Akhir Pekan dan Hari Libur Balistik Auri Sentani Ramai Pengunjung

“Dari kampung Napanwainami, sampai kampung Akudiomi kami sentuh dan sudah menyala kiranya menjadi manfaat bagi semua keluarga penerima bantuan BPBL ini,” ungkapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya