Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika mengatakan, terkait persoalan ini, Pemerintah Kabupaten Mimika telah melakukan pertemuan bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Mimika dalam rangka menyikapinya.
Kasat Resnarkoba Polres Mimika, AKP Andi Sudirman Arif saat dikonfirmasi membenarkan, T alias Putra sempat mengelak dan menangis saat ditangkap oleh personil Sat Resnarkoba. Penangkapan ini dipimpin langsung oleh KBO Satresnarkoba Polres Mimika, Iptu Rumthe bersama empat orang anggotanya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Mimika kini tengah memandang serius hal tersebut dengan mulai membahas pendahuluan penyusunan roadmap sistem inovasi daerah (SIDA) tahun 2025-2029.
Seorang warga mengatakan, peristiwa ini terjadi sekira pukul 12.15 WIT dimana dari lantai 2 rumah tersebut terlihat kepulan asap tebal disertai suara ledakan. “Kurang tahu juga tiba-tiba saja kelar asap baru ada bunyi ledakan,” ujar seorang pria.
“Adik korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke orang tuanya, bersama pihak kepolisian Polsek Atsj dan masyarakat setempat pihak keluarga telah berusaha melakukan pencarian, namun hingga sampai saat ini korban belum juga ditemukan,” kata I Wayan saat dikonfirmasi, Rabu sore.
Meski situasi di wilayah tersebut terbilang mulai kondusif, namun Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika belum dapat memberikan kepastian mengenai nasib para guru yang akan ditempatkan kembali disana. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni O. Usmani
Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha menjelaskan, setelah pembakaran rumah serta sejumlah kendaraan dan alat berat itu, pihaknya telah melakukan sterilisasi di lokasi, termasuk mengimbau warga setempat untuk menutup tambang ilegal di lokasi tersebut serta memberhentikan seluruh aktivitas penambangan tradisional.
Seorang pengemudi, Andi saat ditemui di SPBU Jalan Yos Soedarso mengungkapkan, ia telah mengantri sejak pukul 7.00 WIT pagi untuk berburu Pertalite. “Sudah dari pagi om, kita sopir rental kalo tidak pake Pertalite mau isi Pertamax juga mahal. Pertamax juga kadang-kadang antre karena Pertalite terbatas,” ungkap Andi.
"Setelah kami melakukan evaluasi ternyata serapan APBD baru capai 29 persen, sedangkan tersisa 3 bulan lagi sudah masuk akhir tahun," kata Valentinus kepada wartawan.
Penangkapan ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah akibat ulah para pelaku yang sudah berlangsung dalam 3 bulan terakhir di wilayah hukum Polsek Miru. Kapolsek Mimika Baru, AKP Jaihot Limbong mengatakan, pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIT di jalan Bougenville Timika, anggota Unit Reskrim berhasil menangkap 2 pelaku.