Jika pelantikan ini tidak segera dilaksanakan, kata Iwan Anggota Dewan yang ada saat ini tak bisa berbuat banyak dan hanya menghabiskan banyak waktu untuk menunggu rangkaian proses pelantikan DPRK. “Kalau itu tertunda-tertunda maka DPR yang ada sekarang ini tidak bisa melangkahkan kegiatannya karena menunggu ini,” ujar Iwan.
Menurut Elias, demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa terkait isu pendidikan seharusnya tidak perlu terjadi jika pemerintah daerah proaktif dalam menangani permasalahan pendidikan. Apalagi, hal tersebut menyangkut masa depan anak-anak OAP di Kabupaten Mimika.
Koordinator Divisi (Koordiv) Hukum KPU Kabupaten Mimika, Hironimus Ladoangin Kia Ruma, menjelaskan, pihaknya telah mendengarkan seluruh pokok permohonan dari Pemohon yang disampaikan oleh masing-masing kuasa hukumnya dalam sidang tersebut yang dilaksanakan pada Selasa, 14 Januari 2025 lalu.
Sephia yang merupakan penerima program beasiswa pendidikan PT Freeport Indonesia (PTFI) memiliki mimpi besar untuk bisa kembali berkontribusi sebagai tenaga kesehatan di tanah Papua. Hal itu disampaikan Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PTFI Claus Wamafma dlam keterangan tertulis yang diterima media ini
Valentinus Sudarjanto Sumito secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Pj Bupati Mimika kepada Yonathan Demme Tangdilitin dalam seremoni serah terima jabatan yang dilaksanakan di Gedung A Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Selasa (14/1) kemarin.
Kedua pelaku mengaku bahwa saat itu mereka merasa akan dibegal oleh korban. Kemdian, mereka kembali untuk mengambil senjata tajam untuk kembali mencari korban. "Setelah mengambil senjata tajam para pelaku mencari korban, setelah mendapat korban langsung melakukan penganiayaan,” ungkap AKP Fajar.
AKP Andi menjelaskan, pada tanggal 12 Januari 2025, sekitar pukul 16.00 WIT, Sat Resnarkoba Polres Mimika bersama Bea Cukai melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku berinisial A. Saat ditangkap, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa 4.150 butir pil kuning. “Pil kuning ini patut kami duga merupakan obat yang tidak memiliki izin edar dan tidak memenuhi standar sebagai mana telah ditetapkan dalam undang-undang,” kata AKP Andi.
AKP Fajar menjelaskan, saat itu, pemilik rumah pergi meninggalkan rumah tanpa menyadari bahwa sedang merebus air. Akibatnya, kompor kemudian meledak menyebabkan kebakaran hebat hingga menghanguskan dua unit rumah.
Namun hal tersebut langsung dibantah Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Sajuri. Persoalan dari ketegangan ini sendiri sejatinya dipicu karena masalah sepele. Ada seorang warga yang datang ke pos penjagaan dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol. Anggota yang sedang berjaga telah menyarankan agar yang bersangkutan untuk pulang, namun sampai di depan pos pria tersebut malah terjatuh.
Pedagang Pasar Sentral Timika, Ali menyebutka, selama awal tahun ini harga barang mengalami penurunan. Hal ini kata dia baru pertama kali terjadi di awal tahun di Mimika.
“Awal tahun ini memang barang-barang turun semua. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.,” ungkap Ali saat ditemui di lapak miliknya.