Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum ditemui wartawan, mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan dan terus mendalami pemilik dari teripang tersebut.
Kamis (24/3) kemarin, jenderal bintang dua tersebut tiba di Merauke dan disambut Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT, dan Forkopimda. Wakil Bupati Mappi, Jaya Ibnu Su’ud, ST, juga tampak menjemput Kapolda dan rombongan tersebut.
Melalui release yang diterima media ini, terungkap kunjungan kerja Pangdam IV/Diponegoro bersama rombongan dalam rangka pengendalian dan pengawasan operasi (Dalwasops) kepada Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 410/Alugoro yakni Pos Simpang PNG yang berada di sektor Selatan Kabupaten Merauke.Â
   Wabup Jaya menjelaskan, untuk kondisi landasan Bandara Kepi saat ini sedang dilakukan perpanjangan oleh Kementrian Perhubungan dari yang ada sekarang ini panjang 1.250 meter menjadi 1.650 meter.Â
Tidak nyaman karena adanya petugas parkir liar yang melakukan ulah yang mengganggu masyarakat. ‘’Kita jalan untuk menertibkan petugas parkir liar. Sementara untuk parkir resmi menjadi tugas kami dari perhubungan dan Bapenda untuk memberikan pembekalan kepada mereka, tugas mereka itu apa,"katanya.
Pengiriman dengan menggunakan jasa TIKI tersebut merupakan yang kedua kalinya. Pengiriman pertama dengan tujuan yang sama dilakukan minggu lalu dan berhasil lolos pada saat melewati pemeriksaan X-Ray.
Di hadapan para pimpinan OPD tersebut, Sekda Ruslan menjelaskan, perencanaan 2023 ini merupakan tahun ketiga RPJMD, sekaligus tahun penentuan, apakah target atau indikator-indikator yang sudah ditetapkan akan diukur nantinya seberapa besar peningkatan sesuai target yang sudah disepakati dalam RPJMD.
Alasannya, bidan yang ditugaskan sekarang di Kampung Kondo meminta imbalan dibawakan atap daun jika masyarakat datang berobat kepada yang bersangkutan. ‘’Kalau tidak membawa atap daun, tidak dilayani,’’ katanya.
Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Lantas AKP Dian Novitas Piterz, SIK didampingi Kanit Gakkum Ipda Eko Irianto saat dihubungi media ini mengungkapkan, kedua saksi yang dibonceng oleh pengendara motor Yamaha Vega tersebut belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan.
Plt Kepala DPUTR Kabupaten Merauke, Romanus Sujatmiko kepada wartawan di Merauke mengungkapkan, mesin penyedot yang dibeli antara tahun 2017 dan 2018 tersebut, masih ada di simpan di gudang.