‘’Saya belum laporan dari sana. Tapi kemarin orang adat sendiri sudah mengatakan bahwa tanah itu sudah final. Maka pihak yang mengatakan bahwa belum final itu mau diluruskan oleh orang adat.
Tim Humas SAR Merauke Darmawan mnejelaskan, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Merauke, Satrol Lantamal XI Merauke, Satpolair Polres Merauke, Merauke Rescue Squad serta ABK KM Juneyao Maru V melakukan penyisiran di pesisir sepanjang Sungai Maro, tepatnya di sekitar lokasi kejadian.
Kepada wartawan seusai penyerahan, Bupati Romanus Mbaraka mengungkapan, pengadaan yang dilakukan ini atas inisiatif bersama dengan melihat bahwa Merauke ke depan akan terus berkembang.
Mantan guru tersebut, terpilih setelah didukung 50+1 Komdis atau PAC yang ada. Ditemui setelah dirinya terpilih tersebut, Dominukus Ulukyanan menyampaikan terima kasih kepada peserta Musda yang memberikan kepercayaan untuk memimpin Partai Golkar ke depan.
Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Darmawan menjelaskan, laporan tenggelamnya ABK KM Juneyao Maru V, tersebut pertama kali dilaporkan Serda Novianto, Personel Satrol Lantamal XI Merauke tentang kejadian di sekitar Muara Kali Maro Merauke.
Menurut Sitepu, semangat positif dalam diri masing-masing manusia sebenarnya sudah ada. Hanya saja, belum mewujudkannya. Atau mewujudkannya sedikit-sedikit. ‘’Dari peristiwa Waisak ini, itu yang perlu kita renungkan. Sejauh mana kita mewujudkan dan mengimplementasikan nilai-nilai positif dari kebajikan itu,’’ katanya.
Porum drawing Indonesia memperjuangkan penetapan hari menggambar nasional dengan menggelar kegiatan menggambar secara nasional, salah satu titik adalah di Monumen Kapsul Waktu Indonesia, Kabupaten Merauke yang dibuka Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT, Sabtu (14/5).
Bupati Asmat, Elisa Kambu mengungkapkan, sampai sekarang ini panjang jalan di Asmat yang sudah menggunakan kontruksi baja dan beton lebih dari 25 kilometer yang dibangun tidak hanya di ibukota kabupaten, namun juga di distrik-distrik.
Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, MT, mengajak seluruh masyarakat Maluku yang ada di Merauke untuk jangan pernah memadamkan api Pattimura, namun harus tetap menyala sepanjang masa. Semangat perjuangan yang dilakukan oleh pahlawan nasional tersebut harus terus dikobarkan dalam berbagai aspek pembangunan.
Jangan sampai melakukan perbuatan yang justru memalukan dan tidak sesuai dengan ajaran Kristus yakni melakukan kekerasan dalam rumah tangga, berkelahi dengan istri dan anak-anak, menjadi pelaku korupsi. Mabuk-mabukan, berselingkuh dan tidak disiplin, selalu terlambat. Sebagai ASN Katolik, lanjut Uskup, harus salalu peduli terhadap sesama, saling mengasihi seperti Yesus Kristus selalu mengasihi umat-Nya tanpa batas.