alexametrics
28.7 C
Jayapura
Tuesday, June 21, 2022

Umat Budha Diajak Selalu Tumbuhkan Semangat  Positif

MERAUKE – Umat Budha Merauke diajak untuk selalu menumbuhkan semangat positif pada diri masing-masing. Ajakan untuk menumbuhkan semangat  positif ini disampaikan Bimas Agama Budha Kementrian Agama Merauke, Sitepu saat menyampaikan kotbah pada perayaan Hari Raya Waisak 2566 TB/Tahun 2022 di Vihara Arya Dharma Jaya Merauke, Senin (16/5).  

Menurut Sitepu, semangat positif  dalam diri masing-masing manusia sebenarnya sudah ada. Hanya saja, belum  mewujudkannya. Atau mewujudkannya sedikit-sedikit. ‘’Dari peristiwa Waisak ini, itu yang perlu kita renungkan. Sejauh mana kita mewujudkan dan mengimplementasikan nilai-nilai positif dari kebajikan itu,’’ katanya.

Sebab lanjut dia, kecenderungan manusia  selalu positif. Paling baik, paling benar, paling perhatian dan paling pintar dan sebagainya. ‘’Pokoknya yang baik-baik saja. Itulah diri kita. Tapi teman kita, kok dia itu begitu. Kita menganggap diri kita lebih baik dari orang lain.

Baca Juga :  Yesus Bangkit karena Allah Peduli kepada Manusia

Disini menunjukan bahwasanya sebenarnya kita sudah memiliki nilai positif. Karena kita sudah menganggap diri kita baik, paling benar dan semua baik-baik kita. hanya saja, itu baru dalam  agan-agan dan belum bisa  menunjukan bahwa kita benar-benar pintar, benar-benar dermawan dan seterusnya,’’ terangnya.

Pada  kesempatan tersebut, Sitepu juga memaparkan bagaimana pangeran Sidharta Gautama melakukan pertapaan dengan meninggalkan segala kemewahannya untuk mencapai kesempurnaan menjadi seorang Budha. Perayaan Waisak di  Vihara Arya Dharma Jaya Merauke tersebut dipimpin Pandhita Eko Purwanto yang dimulai sekitar pukul 10.15 WIT dan berakhir sekitar pukul 12.10 WIT.

Umat Budha Merauke nampak kusuk memanjatkan pujian-pujian kepada sang Budha. Sembahyang ini diakhiri dengan mengelilingi 3 kali Vihara dna memandikan Patung Budha. Hendra Wijaya mewakili Majelis Budhayana Indonesia dan Malam Sitepu mewakili Pemuda Budayana menjelaskan bahwa  sesuai dengan pesan Waisak dari Sangga Agung yang menekankan lebih pada cinta kasih kepada sesama manusia, tidak memandang suku agama dan strata sosial. (ulo/tho)   

Baca Juga :  Usai Terima Remisi, Napi Lapas Merauke Panjat Pinang 

MERAUKE – Umat Budha Merauke diajak untuk selalu menumbuhkan semangat positif pada diri masing-masing. Ajakan untuk menumbuhkan semangat  positif ini disampaikan Bimas Agama Budha Kementrian Agama Merauke, Sitepu saat menyampaikan kotbah pada perayaan Hari Raya Waisak 2566 TB/Tahun 2022 di Vihara Arya Dharma Jaya Merauke, Senin (16/5).  

Menurut Sitepu, semangat positif  dalam diri masing-masing manusia sebenarnya sudah ada. Hanya saja, belum  mewujudkannya. Atau mewujudkannya sedikit-sedikit. ‘’Dari peristiwa Waisak ini, itu yang perlu kita renungkan. Sejauh mana kita mewujudkan dan mengimplementasikan nilai-nilai positif dari kebajikan itu,’’ katanya.

Sebab lanjut dia, kecenderungan manusia  selalu positif. Paling baik, paling benar, paling perhatian dan paling pintar dan sebagainya. ‘’Pokoknya yang baik-baik saja. Itulah diri kita. Tapi teman kita, kok dia itu begitu. Kita menganggap diri kita lebih baik dari orang lain.

Baca Juga :  Jaga Komitmen dan Kedepankan Pendekatan Persuasif

Disini menunjukan bahwasanya sebenarnya kita sudah memiliki nilai positif. Karena kita sudah menganggap diri kita baik, paling benar dan semua baik-baik kita. hanya saja, itu baru dalam  agan-agan dan belum bisa  menunjukan bahwa kita benar-benar pintar, benar-benar dermawan dan seterusnya,’’ terangnya.

Pada  kesempatan tersebut, Sitepu juga memaparkan bagaimana pangeran Sidharta Gautama melakukan pertapaan dengan meninggalkan segala kemewahannya untuk mencapai kesempurnaan menjadi seorang Budha. Perayaan Waisak di  Vihara Arya Dharma Jaya Merauke tersebut dipimpin Pandhita Eko Purwanto yang dimulai sekitar pukul 10.15 WIT dan berakhir sekitar pukul 12.10 WIT.

Umat Budha Merauke nampak kusuk memanjatkan pujian-pujian kepada sang Budha. Sembahyang ini diakhiri dengan mengelilingi 3 kali Vihara dna memandikan Patung Budha. Hendra Wijaya mewakili Majelis Budhayana Indonesia dan Malam Sitepu mewakili Pemuda Budayana menjelaskan bahwa  sesuai dengan pesan Waisak dari Sangga Agung yang menekankan lebih pada cinta kasih kepada sesama manusia, tidak memandang suku agama dan strata sosial. (ulo/tho)   

Baca Juga :  Harga Beli Beras Petani Tidak Naik

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/