Kali ini, penanaman pohon dipusatkan di Kampung Waibron Banu, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura. Selain penanaman pohon, dalam peringatan Hari Air Dunia yang tahun ini mengusung tema "Water For Peace (Air untuk Perdamaian", BWS Papua juga melaksanakan dua kegiatan lainnya yaitu kegiatan SDA Goes To School, dan Kuliah Umum/Seminar yang dipusatkan di Kota Jayapura.
Tenaga ahli Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan bidan Manajemen Landscape Fire, Rafles Perotestes Panjaitan mengatakan, tema besar yang menjadi perhatian pemerintah pusat hingga daerah berkaitan dengan hari sampah nasional tahun ini adalah bagaimana penanganan terhadap sampah-sampah plastik yang saat ini sudah menjadi masalah baik di tingkat nasional bahkan internasional.
Dr Rafles B. Panjaitan, M.Sc,mengatakan, kegiatan penanaman pohon dalam rangka Hari Bhakti Rimbawan Ke-41 tahun 2024 dirangkai dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia dan untuk di Papua dilaksanakan di Kabupaten Jayapura dengan menanam 500 bibit pohon di daerah lingkungan masyarakat Dosay. Pohon yang ditanam ada pohon buah buahan, sehingga jika nanti sudah besar dan berbuah, hasilnya bisa dinikmati masyarakat.
Mulai dari undang-undang RI 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup kemudian ada undang-undang RI Nomor 18 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah, kemudian ada PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Karena pensiunan-pensiunan kehutanan ini terdiri dari kelompok-kelompok profesional di bidang kehutanan. Profesinya bermacam-macam ada yang berperan sebagai penguji hasil hutan, pengukur hasil hutan, pengawas Kehutanan dan mereka yang masih mempunyai fisik yang bagus akan diupayakan bekerjasama dengan paramitra kerja untuk bagaimana bisa berdayakan para pensiunan tersebut.
Direktur Wholesale Risk and Asset Management Bank BTN Elisabeth Novie Riswanti mengungkapkan, Bank BTN akan terus mendorong pembiayaan rumah berbasis ramah lingkungan dengan menggandeng berbagai pihak. “Kami juga mendorong implementasi go green,“ ungkap Novi dikutip dari situs btn.co.id.
Salah satu warga, yang ikut dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) mengaku, sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Di mana program itu memberikan pemberdayaan secara ekonomi bagi masyarakat. Kemudian yang paling penting adalah ada manfaat jangka panjang yang akan diterima oleh masyarakat di kabupaten dan Kota Jayapura.
Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey mengatakan, apa yang telah diarahkan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kehutanan dan lingkungan hidup terkait dengan pengelolaan sampah APK ini tentu akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Jayapura melalui dinas teknis.
Dia mengatakan, konsentrasinya bahkan tidak hanya di kawasan penyangga dan cagar alam Cycloop, tetapi hutan adat lainnya milik masyarakat adat di Kabupaten Jayapura, yang nota bene masih memiliki cadangan hutan yang sangat luas. Dalam aksi penyelamatan yang ditawarkanya itu, pihaknya menggandeng masyarakat menjalankan program menanam pohon buah.
Pdt. Rudolf Steven Arim mengatakan, di Klasis Tanah Merah masih banyak lahan-lahan kosong milik masyarakat adat yang belum dimaksimalkan pemanfaatannya. Karena itu melalui program penghijauan dengan pembagian bibit gratis yang dilakukan oleh Kadishut Provinsi Papua, ke depan lahan-lahan bisa ditanami pohon-pohon buah yang bernilai ekonomi .