"Memang benar penegakan hukum akan diberlakukan terhadap kelompok yang selama ini menganggu keamanan hingga meresahkan masyarakat," kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri di Jayapura, Jumat.
Dari laporan yang diterima Polda Papua menyebutkan aksi pembakaran yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu terjadi sekitar pukul 15.28 WIT, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena kondisi rumah itu sudah tidak ditinggali atau kosong.
Yang sebelumnya lebih santun dan humanis kini diperintahkan untuk bersiaga dan siap berperang. Kata Yonas dari yang sudah disampaikan oleh panglima TNI dan Kapolri dalam menangani persoalan penyanderaan dan kekerasan yang selama ini terjadi tentu tidak muncul begitu saja melainkan ada alasan logis yang menjadi dasar.
Begitu juga pemimpin-pemimpin gereja di Papua. Presiden Gereja Injili di Tanah Papua (GIDI) Pendeta Dorman Wandikbo mengatakan bahwa sebagai tanah Injil gereja - gereja berharap ada kedamaian di Papua bukan konflik yang berkepanjangan.
"Sampai informasi ini saya berikan, dia dalam kondisi sehat. Dia tertembak di kepala, tapi helm yang digunakan kualitas bagus, sehingga peluru tidak tembus sampai kepala," kata Irjen Pol Johanis Asadoma dalam Konferensi Pers Pengamanan ASEAN Summit, di Labuan Bajo, dikutip dari Antara Jumat (28/4).
Moeldoko mengatakan kelompok separatis di Papua telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang sungguh luar biasa pada masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dengan bentuk pembunuhan dan pemerkosaan.
"TNI dan Polri perkuat strategi yang komprehensif untuk Papua. Evaluasi operasi dan perkuat langkah-langkah dengan menetapkan status operasi menjadi siaga tempur darat,” ujarnya.
Aparat kata dia, tidak mungkin melakukan pengeboman karena keselamatan Pilot Susi Air Capt Philips Marks Mehrtens dan masyarakat adalah yang utama. Sehingga dalam proses pembebasan pilot yang disandera dilakukan secara profesional dan terukur.
Dua hari berturut-turut kelompok separatis teroris (KST) dilaporkan kembali menyerang aparat di Intan Jaya, Papua Tengah, yakni pada Minggu dan Senin (23-24/4). Selain menyerang aparat, KST terlibat keributan dengan kelompok masyarakat di Kampung Sambili, Kusage, dan Mamba Bawah.
Pilihan konflik bersenjata antara TNI dan Polri menghadapi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di tanah Papua adalah suatu tontonan kekerasan bersenjata yang sangat tidak memberi manfaat apapun bagi kedua belah pihak, termasuk masyarakat sipil di Papua.