Debat perdana tersebut dilakukan untuk kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yakni Pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 BTM -YB dan nomor urut 2 MARI -YO. Steve Dumbon menjelaskan debat terbuka itu akan berlangsung sebanyak 3 (tiga) kali untuk kedua Paslon.
  Menanggapi hal itu, Frans Pekey menyatakan Pendidikan gratis menjadi urusan wajib, akan tetapi untuk saat ini belum dapat diterapkan di Kota Jayapura. Hal itu terjadi karena tidak didukung dengan kekuatan APBD. Tapi juga Pemerintah Kota Jayapura masih harus menyelesaikan tunggakan Beasiswa, bagi mahasiswa yang kuliah di luar negeri.
Dalam debat yang menghadirkan dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari Nomor urut 01 Befa Yigibalom-Natan Pahabol dan Nomor urut 02 Jhon Tabo -Ones Pahabol untuk saling adu gagasan terkait pembangunan ekonomi, Pengelolaan SDA dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua KPU Provinsi Papua Pegunungan Daniel Jingga menyatakan debat kandidat ini merupakan referensi terkait visi dan misi dari dua calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan sehingga masyarakat bisa menentukan pilhanya dengan melihat sisi program dan kebijakan yang akan dilakukan 5 tahun ke depan agar terciptanya P apua Pegunungan yang lebih baik lagi.
 Komisioner KPU Provinsi Papua Pegunungan Devisi Teknis Pelaksanaan Melkianus Kambu menyatakan untuk Pilkada partisipasi pemilih berbeda dengan pelaksanaan Pileg dan Pilpres kemarin, dimana dalam Pileg tersebut satu TPS itu mencapai 300 orang, sementara untuk Pilkada menjadi 600 orang per TPS.
  Meskipun masalah hak pilih merupakan hak dari warga itu sendiri dan bebas untuk memilih sesuai hati nurani, tetapi tidak menjadi bagian dari Golongan putih (Golput) dan jangan mudah percaya dengan hoax.
Komisioner KPU Provinsi Papua Pegunungan Devisi Teknis Melkianus Kambu menyatakan jika KPU melaksanakan 13 tahapan pemilu dan yang terakhir adalah penetapan calon terpilih, sementara untuk hasil penetapan 45 anggota DPRP Papua Pegunungan terpilih sudah diserahkan KPU Kepada Pj Gubernur Papua Pegunungan dan Kepala Kesbangpol.
Debat kandidat calon gubernur dan wakil gubernur akan digelar tiga kali, dua kali di Papua tanggal 22 Oktober dan 8 November di Papua Youth Creative Hub dan tanggal 21 November di Jakarta. Dalam debat nanti, masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur diperbolehkan membawa rombongan maksimal 50 orang untuk menghadiri debat tersebut.
Meski terlihat agak kaku namun keempat paslon mendapat apresiasi lantaran mampu memberikan pertanyaan dan jawaban tanpa ada sandungan. Hanya saja dari durasi waktu yang diberikan panitia selama 2 menit dirasa belum cukup untuk mengcover semua pertanyaan maupun jawaban dan sanggahan yang diberikan. Keempat paslon nampaknya keteteran dengan waktu singkat yang diberikan dan dampaknya, seluruh paslon ada yang tidak tuntas memberikan jawaban atau penjelasan secara gamblang.
  Menurut Anggai, jumlah DPT pada empat distrik di daerah ini yakni Distrik Jayapura Utara 72.489 jiwa, Distrik Jayapura Selatan 68.144 pemilih dan Distrik Abepura sebanyak 89.670 pemilih serta Distrik Muara Tami 16.476 pemilih.