Banjir pun menggenangi ruas-ruas jalan protokol dan komplek perumahan warga. Seperti yang terjadi di Jalur menuju kantor walikota atau di pintu keluar terminal lama Entrop, di PTC, CV Thomas, Komplek SMA 4 dan di wilayah Abepura terjadi genangan setinggi 20-30 cm yang mengganggu arus lalu lintas.
Pemerintah dianggap lemah dan tidak mampu menangani persoalan sosial satu ini meski mengklaim sebagai pemilik lahan. Alhasil muncul argumen jika pihak pemalang memiliki backupan yang kuat termasuk diduga ada juga dari institusi kepolisian.
Ketua PSMTI Kota Jayapura, Teddy Purwanto menjelaskan, Festival Imlek 2576 akan berlangsung pada 5-12 Februari 2025 di Lapangan PTC, mengusung tema “Merayakan Kekayaan Budaya Tionghoa di Kota Jayapura”.
"Kami sebelumnya telah membangun perumahan Grand Royal Residen I di Koya Barat, ada ratusan rumah dan sudah terisi. Dengan banyaknya permintaan sekaligus membantu program pemerintah, kami kembali membangun perumahan Royal Grand Residen II di Koya Tengah,"ungkapnya
"Dalam waktu dekat kita akan melakukan razia kendaraan untuk memastikan kelayakan operasi, jika kita menemukan ada yang tidak layak dengan yang dibuktikan dengan hasil Uji KIR maka kita harus perintahkan untuk stop beroperasi," ujar Justin Sitorus saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos
"Jalanan yang becek tersebut juga akan mengakibatkan air tergenang hingga setinggi mata kaki orang dewasa, tetapi apabila hujan turun dengan lebat dan beruntun maka akan terjadi banjir," katanya.
Akhir-akhir ini, salah satu sisi pantai tersebut cukup menarik perhatian warga pencinta spot wisata dengan pesonanya cukup menarik minat warga. Lokasi yang dimaksud tepatnya di depan kantor KPU Provinsi Papua, yang mana pemerintah telah memasang talud, namun tempat tersebut justru menjadi spot wisata yang cukup menarik.
Parade yang diikuti oleh puluhan hingga ratusan peserta itu dibuka oleh Plt Sekda Kota Jayapura, Evert N Merauje bersama Ketua Klasis Port Numbay, Pdt. Andris Tjoe didampingi jajaran dan pihak-pihak terkait lainnya.
Ketua DPRD Kota Jayapura, Noy Ajomi menyampaikan, perlu ada kesetaraan pendidikan, yang artinya perhatian pemerintah tidak saja pada sekolah-sekolah negeri, namun Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan juga perlu diakomodir.
Karena itu, dia berharap kepada masyarakat supaya tidak memelihara kebiasaan buruk terutama tidak membuang sampah di sembarang tempat. Dia mengatakan mengurus sampah tidak hanya menjadi tugas pemerintah tetapi itu menjadi tanggung jawab bersama terutama dimulai dari diri masing-masing.