Hari pertama masuk kerja, Walikota Jayapura, Abisai Rollo dan Wakil Walikota, Rustan Saru menunjukkan totalitas yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan. Pasalnya, mulai dari pagi hingga dini hari keduanya masih melakukan beberapa sidak di wilayah kerjanya.
 Rustan menginginkan distrik dan kelurahan membuat suatu program terkait dengan kebersihan salah satunya mengadakan tong sampah, pengolah sampah yang melibatkan karang taruna, PKK dan kader posyandu untuk diajak kerjasama, supaya lingkungan RT/RW nya bersih, aman dari penyakit serta cantik kelihatannya.
  Dalam sidak tersebut Komisi C langsung disambut kepala Perum Bulog Papua, Ahmad Mustari sebagai bentuk respon terkait dengan adanya informasi yang mengatakan ketiadaan beras Bulog di pasaran khususnya di Kota Jayapura.
Menurut Syamsier kalimat yang menyatakan gubernur yang tertunda itu merupakan suatu kalimat motivasi dan kebetulan pada saat itu yang hadir hanya BTM juga merupakan mantan walikota Jayapura dua priode sebelum masa kepemimpinan ABR saat ini.Â
 Kepala Distrik Abepura Tom Rumbewas mengungkapkan, Musrenbang ini merupakan forum untuk merumuskan bersama tentang kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas di distrik Abepura. Karena itu, penting bagi semua kepala kampung bersama aparatnya untuk mengidentifikasi kebutuhan pembangunan di wilayahnya.
  Pengawan dilakukan mulai dari penyiapan, proses masak hingga distribusi dan jangka waktu yang layak hingga dikonsumsi para pelajar. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jayapura adalah Hermanto, mengatakan, pihaknya sudah pasti ikut terlibat aktif di dalam memastikan keberhasilan program makan bergizi gratis itu.
  Kasat Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota, AKP Febry V. Pardede, menjelaskan ketiga tersangka diamankan pada 24 Januari 2025 di Perumahan Furia Kotaraja, Distrik Abepura, setelah polisi menerima informasi mengenai aktivitas produksi minuman keras ilegal di lokasi tersebut.
  Surat ini juga erat kaitannya dengan perayaan Sinode yang dicanangkan sejak Pentakosta Mei 2024 dan akan berakhir pada 2 Februari 2026. Dalam suratnya, Uskup Yan menegaskan bahwa tujuan utama sinode ini adalah menentukan arah baru bagi Keuskupan Jayapura.Sebagai langkah awal, dilakukan evaluasi terhadap visi-misi lama, yakni "Membangun Gereja Mandiri yang Misioner," yang telah diterapkan pada masa penggembalaan Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM.
Adapun 100 pasangan yang ikut nikah massal secara gratis yang diselenggarakan Pemkot Jayapura saat ini adalah terdiri dari pasangan beragam muslim sebanyak 30 pasangan yang telah dilaksanakan 27 Februari 2025 lalu. Sedangkan untuk tahap kedua, pasangan non muslim sebanyak 70 pasangan, yang berlangsung saat ini di Aula Sian Soor Kantor Walikota Jayapura
  Dalam kunjungan tersebut, Kapolresta Kombes Pol Victor Mackbon menyampaikan pesan-kepada para mahasiswa yang menghuni asrama untuk berperan aktif dalam menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Terutama dalam mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.