-Untuk menekan inflasi dan mengantisipasi kelangkaan pangan di Kota Jayapura, Pemkot Jayapura, menggalakan gerakan menanam bagi seluruh jajaran OPD dan masyarakat di Kota Jayapura.
Upacara yang digelar di lapangan Apel Mapolda Baru Koya Koso, Kota Jayapura itu turut dihadiri para pejabat utama, termasuk Wakapolda Papua, Brigjen Pol Ramdani Hidayat, S.H serta seluruh anggota Polda Papua.
Program Keladi Sagu Rasaka Cartenz ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang mungkin mengalami gangguan kesehatan, seperti Stunting, Malaria, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dan penyakit kulit.
Kurangnya kesadaraan masyarakat dalam tertib berlalu lintas, pengaruh minuman keras, maupun kondisi jalan yang licin dan factor lainnya, sering kali menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalan raya. Meski aparat kepolisian seringkali melakukan razia untuk tertib berlalu lintas, tetap saja masih terjadi kasus kecelakaan lalu lintas.
Penemuan mayat ini bermula saat saksi sedang duduk di depan rumahnya yang berhadapan dengan TKP. Ketika itu saksi mencium bau menyengat yang berasal dari rumah yang ditempati korban.
Apa yang menjadi harapan dari Pemerintah Kota Jayapura itu sudah mulai dilakukan oleh warga kampung. Di sana ada potensi pinang dan kelapa. Dua komoditi itu setidaknya dapat didorong untuk menjadi komoditi unggulan. Tidak sekedar untuk mencukupi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga dapat dimaksimalkan untuk pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kampung.
Pengembangan es.teh Indonesia di Jayapura merupakan sebuah upaya memenuhi permintaan masyarakat, khususnya para pecinta the. Berbagai varian teh bisa dijumpai di Kebun es.teh Indonesia yang tersebar di Kab. Jayapura maupun Kota Jayapura.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Kemenhub RI, Ahmad Setyo Prabowo mengatakan, pengiriman 5 calon mahasiswa itu sebagai tindak lanjut dari kerjasama antara Pemkot Jayapura dan pihak Politeknik Penerbangan Curug Indonesia.
Semangat Haornas kali ini diwarnai dengan sejumlah kegiatan mulai penganugerahan pelatih dan atlet Orang Asli Papua (OAP) berprestasi hingga lomba lari tardisional 100 meter tampa alas kaki dan jalan santai bersama yang melibatkan masyarakat umum.