Terkait penundaan kelanjutan pelaksanaan kegiatan kunjungan kerja ke kampung dan kelurahan di Kota Jayapura itu, PJ Wali Kota Jayapura, Christian Sohilait mengaku saat ini pihaknya masih fokus untuk mendukung persiapan pelaksanaan tahapan Pilkada. Terutama dalam penetapan terhadap calon walikota dan wakil walikota serta gubernur yang akan diumumkan pada 22 September mendatang.
  Ketua Komisi A DPRD Kota Jayapura Mukri M. Hamadi, menilai program tersebut sangat normarif, karena dapat menyerap aspirasi masyarakat. Apalagi Christian Sohilait, baru saja diangkat sebagai PJ Walikota Jayapura, tentunya belum mengetahui secara umum tentang permasalahan yang ada ditengah masyarakat.
  Dalam keterangannya dia meminta dan mengajak RT RW di tingkat Kelurahan dan kampung untuk berperan aktif memastikan pemutakhiran data pemilih tetap yang dikeluarkan oleh KPU Kota Jayapura disesuaikan dengan data warga yang ada di masing-masing wilayah.
  Kepala Lurah Gurabesi, Maria Jochu mengapresiasi kunjungan roadshow yang dilakukan oleh pemerintah kota Jayapura itu. Karena melalui kegiatan seperti itu pemerintah bisa melihat langsung semua persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat.
Kepala Kelurahan Tanjung Ria Edmundus Fofid mengatakan beberapa titik atau kawasan di wilayah Kelurahan Tanjung Ria menjadi tempat transaksi narkoba jenis ganja oleh oknum masyarakat di wilayah administrasi Kelurahan Tanjung Ria. Bahkan di Kompleks perkantoran Kelurahan Tanjung Ria pun kerap dijadikan sebagai tempat untuk transaksi barang haram tersebut.
"Kehadiran saya sebagai Pj Bupati Jayapura tidak hanya mengawal Pilkada Damai, sukses dan lancar di Kabupaten Jayapura, tapi juga mengawal program dari pusat yakni pengentasan kemiskinan ekstrim, penurunan stunting, mengatasi angka pengangguran yang tinggi, mengendalikan inflasi dan lainnya. Jadi saya juga harus pastikan program ini didukung oleh pemerintah kampung, distrik dan kelurahan di Kabupaten Jayapura,"ucapnya.