Kepala Dinas Pendidikan Perpustakan dan Arsip Daerah (DPPAD) Christian Sohilait mengatakan, jumlah GSI Papua yang akan mengikuti turnamen sebanyak 18 orang yang direkrut dari tiga daerah yakni Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom.
Juru bicara Wapres Masduki Baidlowi mengatakan sejumlah agenda dalam kunjungan kerja di Papua di antaranya berdialog dengan kepala daerah, aktivis HAM, pengusaha lokal hingga tokoh olahraga di Papua pada tiga hari pertama kunjungannya.
"Kita baru melakukan komunikasi lisan, Pak Wakil Presiden akan berkunjung ke Keerom. Rencananya pada Oktober 2023 ini," ungkap Bupati Gusbager kepada awak media di Arso, Kamis (5/10) lalu.
Ketua FKUB Keerom, Nursalim Arrozy mengatakan, pencanangan Gerpemda Kerukma merupakan kerjasama FKUB antara Pemerintah Kabupaten Keerom, KPU Keerom, Bawaslu Keerom dan stakeholder lainnya, untuk sama-sama mewujudkan pesta demokrasi yang aman, rukun dan damai.
Penyerahan salinan SK pencabutan izin tersebut berlangsung di Kampung Arso Kota, Distrik Arso, Kamis (5/10). Dengan dihadiri oleh para pimpinan Forkopimda dan masyarakat adat pemilik hak ulayat.
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, melalui Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Zakaruddin, mengatakan, pihaknya mendapatkan beberapa barang bukti berupa 16 bungkus ganja siap edar.
Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., yang memimpin launching peluncuran bus pada Selasa (3/10) kemarin mengatakan, bus ini menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan di Negeri Tapal Batas, Keerom.
Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP menyerahkan akta nikah kepada 34 pasangan rumah tangga yang telah melakukan nikah massal pada 7 September lalu. Penyerahan akta nikah berlangsung di Aula Kantor Bupati Keerom, Selasa (3/10).
Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Trisiswanda Indra N, S.Pt., mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Keerom per Senin (2/10) telah membayarkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) triwulan II.
“Peningkatan sumber aparatur ini khusus untuk penilaian aset. Kita belum memiliki sumber daya ini. Nilai aset kita yang hampir Rp 2T. Memang diharapkan kita bisa mengelola dengan baik dan selama ini kita masih menggunakan konsultan,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Trisiswanda Indra N, S.Pt., kepada awak media, Senin (2/10).