Setelah lakukan koodinasi, pihak unit Damkar dari Pos Heram langsung turun ke TKP, disusul unit dari Pos Abepura. Namun setibanya di TKP, warga setempat melarang Damkar Masuk ke lokasi, lantaran di lokasi kebakaran sedang ada keributan.
Meski belum menjelaskan secara detail tentang laporan tersebut, namun Iptu Fajar mengatakan laporan itu masuk satu hari setelah terjadinya kebakaran.Â
Ia juga mengatakan bahwa meski sebelumnya sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan, namun tidak menutup kemungkinan pihaknya terus melakukan penyelidikan.Â
Dari silaturahmi tersebut, Dirlantas Polda Papua, Kombes. Pol. Abrianto Pardede juga menyerahkan bantuan kasih untuk meringankan kondisi para korban. Ini sekaligus menjadi bentuk dukungan moril kepada para korban untuk tetap semangat dan mau bangkit.
Berkaitan dengan ini, Kata Kasat Reskrim pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran. Total, ada 7 adegan yang digelar dalam pelaksanaan olah TKP tersebut.Â
Nastur mengatakan, pihaknya akan melakukan asesmen untuk mengetahui data pasti dan kebutuhan mendesak para korban bencana kebakaran itu. Pihaknya juga membuka donasi untuk masyarakat dan komunitas serta bekerja sama dengan relawan.Â
Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Mozes Yarangga membenarkan, kebakaran yang pertama di Jalan Busiri menghanguskan sebuah rumah kosong yang ditinggal berangkat pemiliknya. Sedangkan kebakaran kedua menghanguskan sejumlah rumah dan kios di Jalan Yos Sudarso, tidak jauh dari Kantor Bank Papua Cabang Timika.
Kegiatan ini diikuti oleh lintas organisasi di Mimika, mulai dari organisasi pemuda, masyarakat, organisasi keagamaan serta perwakilan TNI dan Polri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pertolongan, penyelamatan dan evakuasi cepat, tepat, aman, terpadu dan terkoordinasi Â
Mereka bilang, awalnya api kobaran api datang dari salahsatu kos-kosan yang berada di belakang bangunan depan Bank Papua. Api dengan sangat cepat melahap bangunan yang semi beton dengan sebagian besar konstruksinya berbahan kayu.Â
Berdasarkan keterangan yang dihimpun media ini lapangan bahwa sumber api pertama terlihat dari kios paling ujung milik Awal, yang sehari-harinya menjual Pertalite dengan menggunakan pompa bensin mini, kemudian merambat ke kios dan 2 rumah rumah yang memang saling terhubung satu dengan lainnya.
Kapolsek Abepura melalui Kanit Reskrim Ipda Arman, S.H mengungkapkan dari hasil penyidikan awal kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.45 WIT, kata dia perisitwa kebakaran itu berawal seorang saksi melihat api muncul dari dalam gudang.