Untuk diketahui jumlah keseluruhan penerimaan Bansos di distrik Abepura dari delapan kelurahan tiga kampung kurang lebih sekira 2.400 lebih. Dari jumlah itu sebanyak 1.651 penerimaan PKH.
Lindra mengatakan, akibat banyaknya data yang menjadi temuan tersebut, proses penyaluran bansos kepada masyarakat penerima manfaat pun harus dilakukan satu hari satu distrik untuk mengantisipasi resiko yang kemungkinan terjadi.
Seperti yang diungkapkan Manager Operasional Pelayanan Pos-In Jayapura, Surya bahwa pengadaan meterai elektronik langsung dari Peruri, Kantor Pos bertugas mengisi data diri pelanggan yang hendak membeli meterai dan dikirim langsung ke Peruri kemudian akan diberikan meterai elektronik tersebut.
Diungkapkan, pengembangan transformasi digital bagi Pos Indonesia telah dilakukan, khususnya dari sisi pelayanan, dimana Pos-In juga telah menghadirkan aplikasi pelayanan yang juga dapat didownload di play store.
Diakuinya, saat ini Pos -In tengah mengarah pada transformasi digital, dengan harapan semua layanan bisa diakses menggunakan jaringan internet. Dengan harapan, lebih memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, baik itu pelayanan pengiriman barang hingga pelayanan keuangan.
Hal tersebut disampaikan, Executive General Manager Kantor Pos Cabang Utama Jayapura, Kusnadi bahwa di tahun 2024, pengiriman paket dan surat pada momen hari raya alami penurunan.
Diakuinya, untuk daerah 3T khususnya wilayah pegunungan dengan mempertimbangkan biaya transportasi yang akan dikeluarkan oleh warga, maka penyaluran BLT Sembako akan disatukan dengan PKH (Program Keluarga Harapan). Sehingga nantinya masyarakat tidak perlu bolak, balik untuk mengambil BLT tersebut, cukup satu kali saja.
Kepala Kantor POS Cabang Jayapura Kusnadi di Jayapura Jumat, mengatakan penyaluran bansos tahap satu mencapai 96 persen, tapi masih 13.000 calon penerima yang belum mengambil, tersebar di empat kabupaten dan kota yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.