Dengan begitu, Kepala Dinas Iman Djuniawal berharap pemerintah segera membangun Pelabuhan Perikanan di wilayah setempat, hal ini guna mendukung aktifitas pengembangan ekonomi masyarakat.
Saat ini dari 350 ribu benih ikan yang ditargetkan untuk disalurkan, yang sudah tersalurkan sekira 250 ribu lebih benih ikan yang diberikan kepada masing- masing kelompok penerima. Ada benih ikan lele dan ikan nila.
Kepala Seksi Espor Impor Disnakerindag Jayawijaya Sammy Rumbino menyatakan permasalahan penjualan ikan yang ada di tengah Kota ini sangat mengganggu terkait limbah dan pemerintah sudah menyediakan tempat di Pasar jibama Wamena, dan pihaknya sudah sampaikan kepada mereka namun alasannya keamanan.
Pejabat Walikota Jayapura, Frans Pekey, dalam sambutannya meminta kepada seluruh nelayan lokal orang asli Papua yang sudah menerima bantuan tersebut supaya betul-betul memanfaatkan bantuan peralatan tersebut sesuai dengan peruntukannya.
Imran pedagang ikan di pasar pharaa sentani mengaku, saat ini lapak pedagang ikan dalam berjualan memang ada di lokasi tengah, dibuat sementara sambil menunggu pembangunan drainase selesai. Jadi pengunjung bisa membeli ikan di lapak bagian tengah walaupun tempatnya kurang begitu nyaman karena hanya digunakan sementara saja.
"Kalau ikan mahal, kami jual yang harga Rp 20 ribu jadi Rp 35 ribu, sementara yang Rp 30 dihargai Rp 50 ribu dan yang Rp 50 ribu jadi Rp 80 ribu- Rp 100 ribu, "ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/9) kemarin.
"Kunci utama keberhasilan pengelolaan perikanan saat ini tergantung pada pengelolaan data dan informasi yang memadai, serta berkualitas. Salah satunya melalui penerapan elektronik LogBook penangkapan ikan ini," terang Iman.
Dimana pagi hari mulai pukul 06.00 - 09.00 WIT dan juga sore hari mulai pukul 16.00 - 17.00 WIT, dimana pada jam-jam tersebut harga dan stok ikan melimpah.
"Paling murah adalah ikan lele, dimana ikan lele kami jual Rp 38 ribu/kg untuk lele hidup , dibersihkan Rp 40 ribu/kg, sementara ikan lainnya dimulai dengan harga Rp 70 ribu/kg - Rp 80 ribu/kg, " terangnya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (3/9) kemarin.
Untuk itu adanya ekspor perdana sebanyak 50 kg teripang dan gelembung ikan kakap senilai ratusan juta ke Singapura oleh Pengusaha Asli Papua bernama Columbus, di Bandara Sentani Jayapura,Papua, Rabu (9/8) lalu sangat luar biasa, karena sudah melalui prosedur DKP bersama Bea Cukai Jayapura dan Balai Karantina Perikanan Jayapura.
Kepala DKP Kabupaten Jayapura Rudi Saragih mengatakan, sampai saat ini penyerahan benih ikan di kelompok masyarakat Kabupaten Jayapura baru tersalurkan 100 ribu benih ikan, nanti sisanya akan diserahkan hingga akhir tahun ini.
"Kalau beli tiga ekor ikan ukuran besar kita kasih harga Rp. 90 ribu/ekor. Sementara yang sedang bisa kita kasih 50 ribu/ekor," kata Ikram penjual ikan di Pasar Hamadi, Minggu (6/8).
Kepala Disperindagkop, UKM dan Tenaga Kerja Papua Omah Laduani Ladamay mengatakan, salah satu potensi unggulan di 8 kabupaten dan 1 kota adalah sektor perikanan. "Kita melirik sektor bahari dengan panjang pantai yang luar biasa dan sangat potensial untuk kita garab saat ini,"ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (5/8).
Kegiatan layanan tersebut, digelar di Pasar Ikan Kabupaten Sarmi Kota selama tiga hari (26- 28/7). Dengan melibatkan sebanyak 150 nelayan kecil yang mengurus Pas Kecil dan TDKP dari 1.118 kapal yang ada di wilayah tersebut.
Terkait dengan hak ulayat, Iman mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak adat dalam rangka penyelesaian masalah. Sehingga akan ada solusi yang terbaik, baik pemilik hak ulayat dan pemerintah.
"Harga ikan ekor kuning Rp 100 ribu/ 3 ekor, ukuran besar Rp 250 ribu - Rp 350 ribu/ekor, sementara untuk ikan potongan mulai dari Rp 20 ribu - Rp 35 ribu per potong, " terangnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (10/7) kemarin.
Untuk menampung hasil produksi sektor kelautan dan perikanan, tentunya dibutuhkan investor yang membeli hasil kelautan dan perikanan tersebut. Untuk itulah dilakukan kegiatan temu bisnis dan MoU terkait konsultasi dan ekspor ikan di A+3 Concultacy (holding) Malaysia Richard Tan.
"Biar cepat laku, penjual sering mengobral ikan-ikan yang dijual, seperti ikan kembung, kawalina, bete-bete dan puri, ikan besar juga kadang dapat harga spesial kalau pembeli jago tawar menawar, "ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (22/5)kemarin.
"Harga ikan kecil cenderung murah, karena hasil tangkapan melimpah sementara harga ikan besar masih cukup mahal karena dipengaruhi hasil tangkapan yang kurang dari biasanya, dan ukurannya juga jauh lebih besar,"Katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (27/4) kemarin.