Mantan Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi menyatakan gedung gereja menjadi sarana bagi umat kristen untuk berkumpul dan bersekutu memuliakan Tuhan. di dalam gereja juga jemaat Tuhan ditempa untuk belajar akan kebenaran firman Tuhan sehingga untuk menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari dan melayani sesama.
Pada prosesi presmian gereja katolik Santo Fransiskus Xaferius Elelim Kabupaten Yalimo diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Uskup Keuskupana Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You yang didampingi sejumlah pastor se dekenat Pegunungan Tengah Papua.
Acara peletakan batu pembangunan gedung gereja baru di Jemaan Peniel diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Yope Nekwek , dengan sorotan thema, Pembangunan bait suci mendatangkan berkat , dan sub thema , melalui hari ini sebelum menaruh batu demi batu untuk pembangunan bait Tuhan.
“Pembangunan Gedung Gereja merupakan bagian dari Pekerjaan Tuhan, sehingga campur tangan Tuhanlah yang membuat pekerjaan ini dapat berhasildan diresmikan hari ini, oleh karena itu saya ingin mengajak jemaat Aboneri untuk merefleksikan dan merenungkan kembali proses panjang yang dilaklui hingga bangunan ini berdiri,”ungkapnya saat menghadiri Peresmian Gedung Gereja Baru Kingmi Jemaat Aboneri Klasis Pyramid jumat (15/12).
Para peserta berasal dari berbagai kalangan bahkan masyarakat umum diantaranya Bupati Tolikara Marthen Kogoya,SH,M.AP, Bupati Mamberamo Raya DR. (HC) John Tabo,M.BA, pimpinan OPD Pemkab Tolikara, para Kader GIDI, para Hambah Tuhan dan Dandim Tolikara, Polres Tolikara dan tokoh masyarakat.
"Kenapa bantuan ini kita titipkan dengan gereja, karena biasanya hubungan masyarakat dengan gereja itu sangat dekat, jadi untuk mempermudah penyaluran bantuan kepada masyarakat, maka kami gandeng gereja," ujarnya.
Pendeta Lipiyus Biniluk dalam pesan Natalnya mengajak jemaat Tuhan di muka bumi terutama jemaat GIDI harus kembali kepada kasih mula-mula. Supaya kasih mula-mula itu menerangi muka bumi ini,itulah sebabnya Injil masuk di Tolikara menerangi seluruh pelosok Tolikara.
Peletakan batu pertama dipimpin Pastor Paroki Atsj dan Pastor Sangke. Danrmil 1707-19/Atsj Kapten Inf Suriyan didampingi Babinsa Sertu Yohanes Wuarlela menghadiri peletakan batu pertama tersebut.
Peresmian itu ditandai dengan pengguntingan pita untuk Gedung Gereja GIDI Jemaat Kondapaga yang dipimpin ketua Departemen Penginjilan Badan Pekerja Pusat BPP Pendeta Niton kobak,STh,M.Th,
“Pesparani substansinya bukan soal menang atau bukan sekedar soal juara. Tetapi merupakan peristiwa iman dan perjumpaan antara kita semua sebagai satu saudara dari Sabang sampai Merauke,”kata Sebastian pada acara closing ceremony di Ancol Beach City Internasional Stadium, Selasa (31/10) malam.