Dikatakan, peran gereja Katolik untuk Pembangunan Papua cukup besar, Gereja akan menjadi wadah untuk merangkul umat umatnya, mengajak umat umatnya untuk terlibat aktif bekerjasama dengan pemerintah daerah, berkerjasama dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta semua masyarakat yang ada di Provinsi Papua.
Acara diawali dengan Ibadah Syukur, dihadiri ribuan jemaat terdiri dari Jemaat Sion Calon Klasis Geya bersama Jemaat GIDI Gabalome Distrik Wenam bersama tamu undangan. Sebagai ungkapan kegembiraan dan rasa syukur, semua jemaat mengambil bagian dalam memberikan sumbangan berupa Babi, Ayam dan hasil bumi lainnya untuk acara Bakar Batu (Barapen).
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakan tadi sudah mendengar firman Tuhan untuk menjadi landasan untuk membangun, sebagai umat yang percaya tidak bisa mengandalkan diri sendiri tapi harus mengandalkan Tuhan. bangunan dua lantai yang telah terbangun inikalau dilihat ini tidak mungkin kalau harus melihat hasil bumi ke kota.
Diketahui, selama 3 tahun kepemimpinan Bupati Gusbager, secara terbuka dirinya menyalurkan anggaran Otsus bagi masyarakat OAP, diantaranya kepada lembaga agama, lembaga adat, bantuan UMKM, pendidikan, infrastruktur, jalan dan lain sebagainya.
Nathan mengatakan, bantuan ini merupakan komitmen PTFI mendukung kegiatan adat dan kerohanian masyarakat di sekitar wilayah operasi. Bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Aroanop, khususnya dalam mendukung kelancaran acara peresmian gereja yang telah dinanti-nantikan.
Kegiatan Temu Sekami Sedekenat Jayapura ini mengangkat tema Dipanggil untuk menabur benih harapan dan membangun perdamaian. Dari pantauan Cenderawasih Pos, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You dan Penjabat (PJ) Wali Kota Jayapura, Frans Pekey serta biarawan-biarawati dan para Frater yang ada di Keuskupan Jayapura.
Dua kepanitiaan yang dimediasi adalah kepanitiaan di Miniaput Kampung Minimo dan panitia dari Lekenoakma Kampung Sinata. Poin utama dalam kesepakatan adalah ibadah HUT PI pada dua lokasi tersebut tetap dilaksanakan karena masing-masing kepanitiannya sudah siap sejak jauh – jauh hari.
Ketua Persatuan Gereja -Gereja Papua pegunungan (PGGPP) Pdt Arie Mabel, Spd, M.Th menyatakan Misionaris yang datang membawa injil di Lembah Baliem itu datang di dua tempat baik di Minimo maupun Lekeloakma dan kedua masyarakat dari wilayah itu menerima injil itu dan memberikan dampak untuk seluruh wilayah Papua pegunungan.
Sebab menurutnya untuk menjalankan UNIKA, maka perlu sumber daya manusia (SDM) yang disiapkan untuk mendukung proses belajar mengajar di kampus tersebut. “Gereja hadir dari dulu sampai sekarang. Bahkan, sampai nanti selalu bergelut dengan pendidikan. Untuk itu, SDM terus kita siapkan,” ujarnya.
Dalam Homili Pastor Hieronimus mengajak semua anak-anak Sekami dan Remaja semangat untuk mewartakan kebangkitan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-sehari. "Oleh karena itu mari kita dengan berani, dengan semangat kita mewartakan kebangkitan Tuhan itu dalam keseharian kita, dalam dunia kita dan juga dimana pun kita berada," ujarnya.