Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menyebutkan bahwa korban berinisial BW berusia sekitar 20 tahun dan masih berstatus sebagai pelajar. Ia ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung pada seutas tali tambang yang
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH, membenarkan adanya aksi gantung diri yang dilakukan oleh korban TRP (28) tahun di dapur rumahnya sendiri, namun untuk alasannya sampai saat ini ke
Ia mengaku dari keterangan yang diambil dari saksi-saksi di TKP, sampai dengan pukul 03.30 wit dinihari korban masih bersama -sama mereka menghangatkan tubuh dengan cara dekat dengan api, namun karena sudah subuh mereka
Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Teguh Krisandi Fardha, mengonfirmasi bahwa saat petugas tiba, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan alat bantu kain. “Tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan di lokasi,
Namun, ia tidak dapat menyebutkan lebih lanjut anggota keluarga siapa yang akan melakukan laporan polisi. “Direncanakan setelah prosesi pemakaman mendiang, selesai dilaksanakan, maka pihak keluarga akan mengambil langkah
Aparat juga terlambat mendapat informasi ini sehingga hanya mengambil keterangan dan melakukan penyelidikan pasca kejadian. Polisi masih mendalami motif dan penyebab kematian bocah berusia 10 tahun berinisial DN tersebut
Kasi Humas Polres Mimika IPTU Hempy Ona, saat dikonfirmasi, Senin sore membenarkan adanya temuan tersebut. "Benar, kami mendapatkan aduan masyarakat terkait gantung diri di Sp 1,” kata IPTU Hempy.
Korban diketahui berinisial NR, berusia sekitar 40 tahun, yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar tidurnya. "Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian bahwa korban ditemukan dalam posisi tergant
Berdasarkan informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos, korban ditemukan dalam kondisi gantung diri oleh Albertina Kaupituparu yang masih merupakan ibu kandungnya sendiri. Kasih Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona dalam ke
Korban diketahui berinisial C.A. (25), seorang mahasiswa yang berdomisili di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 07.35 WIT.
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay
Informasi mengenai penemuan korban yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri ini kemudian sampai ke telinga kepolisian. Pihak Kepolisian Sektor Mimika Baru (Polsek Miru) dipimpin Kanit Patroli, Iptu Ignatius Bari
"Korban ditemukan dalam posisi tergantung di pohon. Setelah melihat kejadian itu, saksi langsung melaporkannya kepada warga sekitar yang kemudian meneruskan laporan ke pihak kepolisian," terang Rachman dalam keterangan t
Usai cekcok, korban yang bekerja sebagai Operator Excavator ini masuk ke kamar dan mengunci diri. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengucapkan keinginannya untuk mengakhiri hidup. Keesokan harinya, Kamis (27/3) sekitar pukul 11.33 WIT, istri korban curiga karena suaminya tak kunjung keluar kamar. Ia pun meminta bantuan pemilik kos.
Kasus orang gantung diri nampaknya tengah marak. Jika sebelumnya seorang anggota TNI di Kabupaten Asmat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena tekanan ekonomi, kasus serupa kembali terjadi di Merauke. Ya, seorang pemuda di Merauke berinisial MJ (23) yang sehari-harinya sebagai nelayan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Dandim Ahmad Ali Akbar mengaku pihaknya masih menunggu penyelidikan penyebab korban memilih bunuh diri tersebut. ‘’Kita masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Masih dalam pengusutan,’’ kata Dandim. Namun demikian, lanjut Dandim Ahmad Ali Akbar, indikasi awal almarhum memilih jalan tersebut karena masalah utang piutang.
Dikatakan, pihaknya akan meminta keterangan kepada saksi-saksi termasuk yang mempekerjakan korban di tempat tersebut. Setelah pemeriksaan itu baru bisa disimpulkan.
Belum diketahui apa yang yang membuat korban tersebut mengakhiri hidupnya lebih cepat dengan cara gantung diri. Namun setelah mendapatkan laporan, Polisi segera datang dan membawa jenazah korban ke Kamar Jenazah RSUD Merauke untuk dilakukan visum.
Meski baru kenal dalam satu bulan terakhir, Ida mengatakan bahwa ibu dua orang anak itu bahkan menghabiskan waktunya untuk mengurus kedua anaknya di rumah ketimbang berkumpul dengan tetangga untuk bergosip dan lain-lain.
Lebih lanjut dari hasil olah TKP awal, Unit Identifikasi Polresta Jayapura Kota Jayapura, pada tubuh Korban tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik. "Saat ini sedang kami tangani untuk ditindak lanjuti," ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa yang telah dilakukan adalah mengumpulkan keterangan saksi untuk membuktikan apakah ada unsur kesengajaan atau murni kelalaian. “Untuk sementara belum bisa dipastikan,” imbuhnya.
AT pertama kali ditemukan oleh saudaranya berinisial AP di salah satu kamar rumah sekira pukul 10.30 Wit. Korban yang tewas dengan cara mengenaskan ini sontak menghebohkan warga. Pasalnya, AP yang melihat pemandangan tersebut, langsung berteriak histeris sambil berlari keluar rumah.
Dalam olah TKP pihak kepolisian tak menemukan adanya tanda –tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, namun hanya mendapati dua tulisan diatas dua anak tangga yang diduga ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya, yang bertuliskan “ selamat Tinggal I Love You Mama”
Kejadian ini langsung membuat warga berbondong – bondong ke lokasi kejadian hingga saat itu juga terjadi kemacetan. Dari keterangan warga bernama Dirga kejadian ini diketahui sekitar pukul 13.30 WIT namun korban baru diturunkan sekira pukul 14.36 WIT.
VH (27) seorang karyawati yang bekerja di salah satu rumah makan Padang di Sentani ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali dari kain yang terikat pada leher korban dan pada ventilasi kamar mandi kosnya. Ia pertama kali ditemukan oleh saksi JA (23) yang juga merupakan tetangga kos korban.
Penemuan mayat korban MAW (16) berawal saat ibu korban M (47) usai mengantar anaknya (adik korban) ke sekolah. Saat sampai di rumah ibu korban hendak membuka pintu pagar, namun karena dalam keadaan terkunci, ibu korban sempat memanggil - manggil korban dan saksi yang juga kakak korban MFH (20) untuk membukakan pintu pagar.