Entis Sutisna menyampaikan rasa prihatin atas tindakan anarkis tersebut yang telah mengarah pada perbuatan kriminal dan merugikan fasilitas untuk pelayanan publik. “Kami sangat menyesalkan aksi ini," ujar Entis Sutisna k
Disini Kapolresta juga menyampaikan memohon maaf kepada masyarakat sekitar yang terdampak penggunaan gas air mata saat pembubaran massa aksi. "Kami sampaikan permohonan maaf untuk warga yang terdampak dengan gas air mata
Aparat terpaksa menembakan gas air mata ke arah demonstran. Setelah dilakukan negoisasi yang tidak menemukan titik temu antara antara aparat dan masa aksi. Benturan fisikpun tak terhindar, terdengar rentetan bunyi tembak
Namun beberapa hari kemudian pihak Pomdam mengembalikan berkas tersebut karena menganggap tak ada keterlibatan oknum TNI. Alhasil hingga kini kasus teror molotov di kantor Jubi masih menggantung.
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menegaskan pemerintah sudah menyerahkan kasus ini kepada tim investigasi yang telah dibentuk dan sudah dilaporkan kepada kepolisian, dari informasi yang didapatkan saat i
Perwakilan 320 guru kontrak juga meminta agar dinas pendidikan Provinsi Papua Pegunungan bisa memperpanjang SK mereka, dan juga meminta waktu untuk melakukan audiensi dengan Gubernur atau Wakil Gubernur Papua Pegunungan
Fredy menambahkan, status wajib lapor tersebut tidak memiliki batas waktu yang jelas. "Wajib lapor ini diberlakukan tanpa ada kepastian kapan berakhir, tergantung proses selanjutnya," jelasnya.
Dalam insiden tersebut ada empat mahasiswa yang diamankan. Data yang diterima Cenderawasih Pos empat mahasiswa tersebut adalah Nopelianus Dogopia, Amoros Yeimo, Rio Yalak dan Danilson Uropmabin atau Dani Uropmabin atau D
Sebutnya aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk persoalan masyarakat terhadap perampasan lahan dan ketidakpastian hak atas tanah, serta menyampaikan pesan penting tentang adanya defisit komunikasi antara negara dan warga
Aksi ini berlangsung di dua titik, yakni Perumnas III, Distrik Heram, dan Lingkaran Abepura, Distrik Abepura. Di Perumnas III, massa berjumlah lebih dari 100 orang menggelar orasi di ruas jalan raya, tepatnya di putaran