"Kita tau bersama bahwa di Pantai Holtekamp ini sering terjadi laka laut, untuk itu kita perlu memasang rambu-rambu sebagai tanda peringatan bagi warga yang bertamasya, titik-titik mana saja yang perlu dihindari. Rencana pemasangan tahun ini," tutur Asep A.M Khalid ke Cenderawasih Pos
Sekretaris BPBD Provinsi Papua Barkah Wisnu Raditya di Jayapura, Sabtu, mengatakan penyerahan bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban dari korban bencana banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi di Kota Jayapura yang terjadi pada 18 Desember 2024. "Bantuan yang diberikan ini berupa bahan pokok dan matras untuk keluarga yang terdampak," katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jayapura Jan Willem Rumere di Sentani, Rabu, mengatakan cuaca di Papua khususnya Jayapura selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. “Ini semalaman (17-18/12) 2024 terjadi hujan merata di Jayapura dan disertai angin, sehingga kami ingatkan warga untuk lebih waspada,” katanya.
Rabit Kuncoro selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Jayapura mengatakan, TRC PB BPBD Kota Jayapura mempunyai tugas pengkajian secara cepat dan tepat di lokasi bencana dalam waktu tertentu, dalam rangka mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum dan pemerintahan. Serta kemampuan sumber daya alam maupun buatan.
Dikatakan, jalur evakuasi yang ada di Kota Jayapura sejauh ini dipasang oleh pemerintah pusat melalui program Idrip. Hanya saja belum semua daerah rawan bencana itu sudah terpasang dengan jalur evakuasi.
Menurut Melianus, pemerintah gencar melakukan penanaman, dan masyarakat harus menjaganya untuk mencegah banjir dan tanah longsor, karena akar pohon yang kuat dapat menyerap air hujan.
Kepala Lurah Hamadi, Yohanes Fredi Raprap, menjelaskan kegiatan simulasi bencana dan cara pencegahannya harus diajarkan kepada anak-anak sekolah, agar anak-anak atau masyarakat sejak dini harus mengetahui apa saja yang perlu dilakukan pada saat terjadinya bencana itu terjadi.
Kepala BPBD Papua Melianus Aiwui mengatakan peningkatan kapasitas bagi para tim reaksi cepat ini sangat penting dilakukan agar penanganan saat terjadi bencana bisa dilakukan secara tepat.
Romanus Sujatmiko menjelaskan bahwa mobil pemadam kebakaran yang ada di Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Merauke berbeda fungsi dengan mobil pemadam kebakaran yang dimiliki oleh BPBD Kabupaten Merauke, kendati sama-sama untuk memadamkan kebakaran.