Dikesempatan tersebut, Lettu Inf Abdullah Latupono menegaskan bahwa dari sisa waktu pelaksanaan TMMD Ke-119 yang tinggal 8 hari lagi, pihaknya pastikan bahwa pembangunan 20 unit kamar mandi/wc dan 4 unit sumur air bersih di Kampung Po Epe melalui Program TMMD ke-119 bisa selesai tepat waktu.
Air pasang yang cukup tinggi disertai angin yang cukup kencang yang terjadi sejak Sabtu 09 Maret 2024 lalu membuat warga yang tinggal di sekitar persisir pantai khususnya di sekitar Pantai Lampu Satu Merauke dibuat was-was.
Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Kriswandito, selaku Dansatgas TMMD ke-119 Kodim 1707/Merauke melalui Komandan SSK Satgas TMMD Ke-119 Lettu Inf Abdullah Latupono, mengatakan, sampai saat ini pembangunan kamar mandi/wc di Kampung Po Epe melalui Program TMMD ke-119 sudah jadi lebih dari sepuluh unit dan sekarang personel Satgas TMMD fokus pembuatan sumur air bersih dibeberapa titik.
Kali ini, penanaman pohon dipusatkan di Kampung Waibron Banu, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura. Selain penanaman pohon, dalam peringatan Hari Air Dunia yang tahun ini mengusung tema "Water For Peace (Air untuk Perdamaian", BWS Papua juga melaksanakan dua kegiatan lainnya yaitu kegiatan SDA Goes To School, dan Kuliah Umum/Seminar yang dipusatkan di Kota Jayapura.
Menurutnya, wilayah yang terpengaruh oleh El Nino cenderung mengalami pengurangan curah hujan yang berpotensi mempengaruhi ketersediaan air. Perlu diketahui El Nino adalah fenomena yang memberikan dampak dampak terhadap pengurangan curah hujan di wilayah Indonesia termasuk Kota Jayapura dan sekitarnya. Fenomena El Nino diprediksi berlangsung hingga akhir 2024.
Komandan SSK Satgas TMMD Ke-119 Kodim 1707/Merauke Lettu Inf Abdullah Latupono, S.Sos saat mendampingi jalannya pembangunan sumur air bersih untuk masyarakat Kampung Po Epe tersebut menyampaikan bahwa pembangunan sumur air bersih merupakan salah satu kegiatan fisik program TMMD ke-119 Kodim 1707/Merauke yang mana kegiatan fisik seluruhnya yaitu pembangunan 20 unit kamar mandi/wc dan 4 unit sumur air bersih.
Khusus peningkatan cakupan pelayanan, 2024 ini PT AMJ menargetkan 2000 sambungan rumah. Namun dari jumlah yang ada 1.600 sambungan diantaranya akan segera direalisasikan. Hal itu kata Entis, sesuai dengan Instruksi Presiden, (Inpres) tentang Percepatan Penyediaan Air Minum Perkotaan. Dimana biaya untuk 1.600 sambungan rumah ini akan dibiayai oleh pemerintah pusat melalui dana APBN.
Atas persoalan tersebut pihaknyapun kemudian melakukan sosialisasi terkait rehabilitasi jaringan perpipaan dan pemasangan sambungan air di Kelurahan Bhayangkara. "Januari 2024 ini, kami akan bangun jaringan ke bak penampung, sistemnya itu jaringan pipa baru ini hanya pendamping jaringan pipa yang lama," terangnya.
Hal itu terjadi karena beberapa faktor, salah satunya karena seluruh intake yang digunakan masih Intake lama yang telah dibangun sejak 20 tahun silam. Selain itu karena adanya kerusakan hutan.
Menurut Entis, jika dirata-ratakan dari total jumlah pelanggan tetap PDM Kota Jayapura penerimaan setiap bulan itu semestinya mencapai Rp 5,6 miliar. Namun jumlah itu sulit dicapai karena pelanggan ya rutin membayar itu hanya 57% saja.