Beruntung, aparat kepolisian dari Polres Jayawijaya dan Polsek Kawasan Bandara Wamena segera melerai dua kelompok masyarakat yang berasal dari Kabupaten Yahukimo yang saling serang di Perempatan Jalan Trikora-Sumatra Wamena, Jumat (8/12) sore sehingga tidak meluas.
“Setelah kita tahu jika ternak Wam di wamena mati mendadak kemarin melalui media , hari ini kita sudah ambil langkah untuk turunkan tim melakukan pengecekan langsung kelapangan untuk mengetahui secara pasti penyebabnya,”ungkapnya Selasa (5/12) saat ditemui di kantor otonom.
Dikatakan, Dalam pameran ini apa yang telah dicapai pemerintah daerah selama ini harus ditampilkan dalam pameran ini, begitu juga dengan sekretariat DPRD kabupaten Jayawijaya kira-kira peraturan daerah apa yang telah di hasilkan selama 5 tahun ini agar masyarakat juga bisa mengetahui.
“Kami dari timsel harapkan pada penutupan 7 Desember mendatang pendaftar makin banyak dan bisa memenuhi kuota, dalam pelaksanaan pendaftaran ini kita cukup lancar dalam pelaksanaan seleksi ini tanpa ada kendala yang berarti, hanya jumlah pendaftar untuk dua kabupaten ini yang masih minim,”katanya
Menurutnya, dalam penanganan wabah Hoc kolera atau yang dikenal masyarakat dalam bahasa daerah Kondoyu, maka dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya harus turun untuk memberikan suntikan veksinasi kepada ternak Wam yang belum terjangkit wabah lebih banyak lagi.
“Terkait dengan situasi yang kami jalankan saat ini DIPA kami hampir mendekati 1 triliun rupiah, sempat 1,2 Trilyun namun karena ada potongan-potongan karena wilayah keamanan yang kami tidak bisa laksanakan pekerjaan akhirnya uang itu dipotong untuk tahun anggaran 2023.”bebernya
Patroli yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Jayawijaya Iptu Samuel Lasarus Werinussa tersebut menyasar tempat-tempat keramaian seperti pasar dan juga pertokoan serta obyek vital.
“ini berarti setiap rupiah uang negara yang tertuang dalam APBD digunakan sesuai tanggungjawab aturan yang berlaku serta di manfaatkan sebesar -besarnya untuk kepentingan masyarakat ,”ungkapnya saat di temui di DPRD jayawijaya
Kepala SMP Negeri 2 Wamena, Geertrudia L. Taroreh, S.Pd, menyatakan pihaknya bersama dengan panitia ujian kali ini memang berbedah dari tahun-tahun lalu, kalau yang lalu berbasis kertas untuk tahun ini kita gunakan aplikasi yang namanya CBT, ujian berbasis digital, ini pertama di Wamena di SMP negeri 2 Wamena
Ketua DPRD Jayawijaya Mathias Tabuni, SE menyatakan berdasarkan keputusan mentri dalam Negeri Nomor : 131.91/829.9 tahun 2018 tentang pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya dengan ini mengumumkan usulan pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati jayawijaya yang akan berakhir pada 18 Desember 2023.