Bagi Timnas Indonesia, laga ini sangat krusial karena dapat menentukan nasib mereka di kualifikasi putaran ketiga. Kemenangan bisa mengunci tiket lolos ke putaran keempat kualifikasi, sekaligus menjaga asa lolos otomatis
Setidaknya ada tiga pemain yang punya potensi untuk bergabung dengan tim-tim Liga 1 untuk musim 2025/2026. Yakni Rafael Struick, Thom Haye, hingga Nathan Tjoe-A-On.
Untuk Rafael, kontraknya bersama klub Australia Brisba
Namun, keuntungan tak serta merta didapatkan Timnas Indonesia U-23. Sebab, mereka tergabung di grup dengan tim lebih banyak, dengan berisikan empat tim. Sementara grup lainnya hanya berisikan tiga tim saja.
"Sesi latihan pertama sangat fantastis. Mood para pemain juga sangat bagus, passing-passing dan juga dribling mereka juga sesuai harapan, chemistry antar pemain juga positif," ujar Kluivert seperti dikutip dari akun YouT
Memiliki ambisi buat menyapu bersih dua laga sisa, Kluivert memanggil pemain terbaik yang siap buat membela tim Garuda. Sayangnya buat dua laga nanti, nama Elkan Baggott masih belum ada di daftar pemain yang bertolak ke
Alat itu bukanlah kacamata biasa, melainkan sebuah alat yang dirancang khusus untuk membantu kiper dalam latihan. Kacamata Swivel Vision bekerja dengan membatasi penglihatan periferal pemakainya.
Keputusan ini tak lepas dari posisi Jepang yang sudah memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026. Hasil dari dua laga sisa melawan Australia dan Indonesia tak akan mengubah status mereka sebagai pemuncak klasemen
"Pertanyaan yang menarik. Kami menargetkan tiga poin, tentu. Tapi kami juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa meraih enam poin. Semua tahu lawan yang kami hadapi bukan tim sembarangan. Kami menghormati mereka,
Namun, keduanya kini dipastikan absen dan tidak akan menjadi bagian dari tim gabungan Asia Tenggara itu. Ketidakhadiran dua bintang muda ini menjadi pukulan bagi pecinta sepak bola Tanah Air yang berharap melihat wakil I
Garuda Muda bakal satu grup dengan Brasil, Honduras, dan Zambia. Tim pertama tentu bukan lawan sembarangan karena negara Amerika Latin itu pernah menjuarai Piala Dunia U-17 empat kali, yakni 1997, 1999, 2003, dan 2019.