Komitmen ini harus dijalankan sehingga beberapa waktu ke depan, nantinya anak - anak Papua sendiri yang mengatur keamanan dan menata masyarakatnya. Hal itu disampaikan Panitia Khusus (Pansus) Afirmasi Majelis Rakyat Papua (MRP) saat bertemu Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito di Markas Besar Kodam XVII/Cenderawasih, Kota Jayapura, Senin (16/12) kemarin.
  Danlantamal X Jayapura, Brigjen TNI (Mar) Ludi Prasetyono menyebut dua Armada Laut tersebut antara lain kapal KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi dan beberapa komponen pendukung lainnya. Namun dirinya tidak menjelaskan dengan rinci terkait dengan model kedua kapal tersebut.
Perayaan natal yang mengusung tema Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem (Lukas 2:15) berlangsung dengan khidmat. Dalam perayaan natal juga ditandai dengan pujian lagu malam kudus dan menyalakan lilin natal oleh Penjabat Bupati Manogar Sirait,Wakapolres Kompol Frans D. Tamaela,anggota DPRD Teo Baminggen dan Ketua LMA Babor Bagobal. Penjabat Bupati Manogar Sirait menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Mamberamo Tengah,dimana perayaan natal berjalan dengan baik.
  Acara Ibadah minggu ini, dimulai dengan pujian yang dipersembahkan oleh vokal grup dari rombongan Kodam XVII/Cenderawasih, tentunya menambah kehangatan dan suasana khidmat. Tampak terlihat kegiatan ibadah minggu ini dipimpin oleh Bapak Pendeta Wahidin Manurung M.Th.
Danlantamal XI Laksamana Pertama TNI Joko Andriyanto mengatakan, program Kampung Bahari Nusantara merupakan wujud nyata komitmen TNI AL dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat pertahanan negara di wilayah maritim Indonesia.
TT diketahui terlibat dalam penembakan Bripda Choisu Yason Norman Rumabar pada hari Selasa (10/12) lalu di Kampung Lungguineri Distrik Pagaleme Kabupaten Puncak Jaya. Ketika itu aparat sempat melakukan tembakan balasan namun ternyata mengenai TT saat kelompok ini hendak melarikan diri.
  Dalam artian memberikan kesempatan kepada masyarakat hidup tanpa adanya tekanan. Apalagi dengan mengirimkan ribuan pasukan TNI/Polri ke daerah daerah tanpa adanya tujuan yang jelas. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan berdampak pada polarisasi kehidupan masyarakat.
Selama giat patroli berlangsung pihaknya tidak pernah mengintervensi siapapun, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawasa Pemilu (Bawaslu). Giat patroli itu pun mendapatkan dukungan penuh dari paslon maupun pasyarakat pendukung.
Hasil akhirnya adalah ada dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang merupakan anak buah Lekagak Telenggen tewas. Sebelumnya mereka berupaya menyerang pos TNI di Kampung Pasar Sinak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak sekira pukul 13.25 WIT. Kedua anggota KKB itu menyerang pos TNI dan dibalas oleh prajurit yang stanby di pos.
Disitu dijelaskan terkait kejadiannya dimana ada seorang istri prajurit yang cemburu karena menduga jika suaminya berinisial M berpangkat Sertu memiliki wanita idaman lain. Karena cemburu inilah ia nekat memotong alat kelamin suaminya. Kejadian ini tertulis terjadi pada Jumat (29/11) sekira pukul 00.43 WIT di asrama Kodim Jayawijaya.