Bengguin Progo merupakan kelurahan terjauh di Distrik Kemtuk. Butuh perjuangan 7 jam pulang pergi untuk masuk ke Kelurahan Bengguin Progo dengan melintasi jalan becek dan berlumpur.Â
Lomba dayung perahu tradisional yang diselenggarakan Polres Jayapura dalam menyambut Hari lang Tahun Bhayangkara ke 77, yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah dengan diikuti 36 peserta yang terdiri dari 18 beregu putra dan 18 beregru putri.
Untuk itu, melalui kegiatan reses terkait masalah beasiswa pendidikan yang sekarang sudah dikembalikan ke kabupaten/kota tentu ini menjadi perhatian DPRD Kabupaten Jayapura. Pihaknya akan mendengar keluhan dari perwakilan orang tua apa yang harus dilakukan dewan dan Pemkab Jayapura.
Pasalnya, ODGJ di Wilayah Sentani saat ini sudah banyak ditemukan di jalan-jalan. Hal ini tentu akan mempengaruhi kondisi sosial masyarakat dan tentu menjadi pemandangan tidak bagus juga.
“Kami kemarin bersama BPSIP Papua kami melakukan penanaman bibit jagung seluas 2 hektar di Kampung Nimbokrang, Distrik Nimbokrang, dengan tujuan penanaman bibit jagung perdana ini diharapkan masyarakat bisa melakukan pembenihan sendiri dan mengembangkannya, ‘’kata Rasino yang juga sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Jayapura, Kamis (22/6) kemarin.
 “Kita sudah ada program untuk membuat jalan aspal di jalan masuk Dermaga Yahim, memang di sana ada jalan yang belum di aspal dan kita sudah programkan tahun ini untuk kita kerjakan,’’ungkapnya, Kamis (22/6) kemarin.
“Tujuan kita melakukan penanaman pohon sagu tentu mengajak masyarakat kampung bisa terus menanam sagu supaya sagu yang diolah tidak akan habis, sehingga kita butuh masyarakat kampung OAP juga bisa menanam pohon sagu di tempat mereka miliki,’’ungkapnya,Kamis (22/6)kemarin.
Dengan kondisi ini dibutuhkan perhatian dari Pemerintah Kabupateb Jayapura melalui dinas terkait, untuk bisa mengelola Dermaga Yahim supaya terlihat bersih, indah dan rapi dengan sarana prasarana (Sarpras) yang perlu ditambah dan diperbaiki.
Untuk itu, potensi ini tentu harus bisa digarap dengan baik oleh warga dan mendapat dukungan maupun perhatian dari Pemkab Jayapura melalui OPD terkait, supaya potensi ini benar- benar bisa menghasilkan dan mampu mengangkat kesejahteraan perekonomian warga di kampung.
Kapolres menyebutkan, seharusnya para tokoh adat yang mengetahui terkait tanah yang ada di Kabupaten Jayapura bisa berperan membantu pemerintah dan pihak kepolisian jika ada aksi pemalangan.