Ia mengaku, tidak ikut mengungsi ke Distrik Nimbokrang karena masih ada ternaknya, dan pada saat pagi hari sekira pukul 07.00 WIT ia pergi mencari pakan ternak dan pulang jam 11.00 WIT, sesampai dirumah dia melihat rumahnya sudah dibobol maling.
Namun jika ternyata ada tindakan yang dilakukan mengharuskan untuk membela diri maka pihaknya akan mempelajari kasusnya lebih dulu. Ini disampaikan usai mengunjungi langsung situasi keamanan di Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura pasca pengrusakan dan pembakaran rumah warga dan fasilitas publik pada Senin 1 Januari kemarin.
Namun sangat disayangkan, kehidupan yang sudah cukup lama dan damai ini di awal tahun 2024 terjadi peristiwa yang mengagetkan semua dan menggangu ketentraman, keharmonisan hidup bersama warga transmigran yang datang di Tanah Ondoafi dan ini tentu mengusik keharmonisan, karena ada massa dari Kampung Kwansu yang mengusir warga transmigran di Besum.
Dalam rapat tersebut Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengatakan, banyak hal yang dibahas mulai dari meningkatkan semangat kerja pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk harus ada inovasi di tahun 2024, terutama terkait percepatan penggunaan dan penyerapan APBD TA 2024, karena semua harus ada tolok ukur. Apa yang dilakukan di tahun 2023 maka di tahun 2024 harus bisa lebih baik lagi.
Pj Bupati Jayapura Triwarno mengungkapkan, tidak ada alasan bagi pegawai Pemkab Jayapura yang menambah libur atau tidak masuk kantor di hari pertama dan pihaknya konsisten mengawasi aktivitas pegawainya, terutama dalam hal pelayanan masyarakat.
Pertemuan dengan para tokoh Grimenawa ini untuk melakukan dialog dan membahas peristiwa kericuhan yang terjadi dan bagaimana langkah penanganan dalam melakukan penyelesaian masalah yang terjadi Kampung Karya Bumi Besum, Distrik Namblong.
Kendati demikian, banyak kendaraan roda dua dan roda empat milik warga transmigrasi Besum yang dirusak, dan sedikitnya delapan rumah warga yang dibakar, kios dijarah serta melakukan pengrusakan. Informasi yang dihimpun koran ini, sekira 22 mobil dirusak, sedangkan motor yang dirusak, dan hilang sekira 40 an motor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura Jan W.Rumere mengatakan, dari data sementara untuk pengungsi dari warga Kampung Karya Bumi di Distrik Nimbokrang ada 501 jiwa, mereka sudah diberikan bantuan sembako seperti Indomie, beras dan lainnya untuk bisa di masak dan nanti akan dibantu lagi sambil melihat persediaan stok yang ada.
Dikatakan, seharusnya massa dan keluarga almarhum Daud Bano tidak mengarak jenazah di tempat ibadah masjid, karena yang melakukan oknum anggota TNI harusnya jenazah kalau mau diarak bisa di Koramil tempat oknum TNI tugas jangan malah di Masjid Kampung Besum.
Kepala Kampung Karya Bumi Besum, Muryani mengatakan ada oknum warga kampung sebelah yang mabuk dan membikin onar, lalu ditegur salah satu anggota TNI (AR) yang tinggal di besum.