Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke yang menerima laporan terkait dengan kejadian ini langsung merespon dengan menurunkan 2 alut air yakni Rigid Inflatable Boat dan sebuah speed boat untuk menuju ke lokasi kejadian guna melakukan pencarian korban.
pencarian di hari keempat tersebut dilakukan sesuai dengan pembagian area pencarian, SRU (Search, And rescue Unit.red) udara dengan menggunakan pesawat tanpa awak melakukan penyisiran udara sejauh 3,7 km kearah pesisir muara Sungai Kumbe 2 dan juga 3,7 km kearah pesisir muara Kumbe 1. SRU laut menggunakan perahu karet melakukan penyisiran di dalam sungai Kumbe.
Revan ditemukan tidak jauh dari lokasinya tenggelam usai enam jam dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan bersama pihak keluarga. Kasat Samapta Polresta Jayapura Kota Iptu Budiman Sianturi selaku Perwira Pengawas (Piket Perwira) Polresta Jayapura Kota saat dikonfirmasi membenarkan perihal ditemukannya korban Revan dalam keadaan meninggal dunia.
Dalam laporannya, Daniel merinci kronologis kejadian, pada Jumat sore itu bahwa sebuah speed boat berisi 7 orang pada pukul 14. 00 WIT mengantarkan logistik ke kapal Tug Boat yang berada di Muara Sungai Maro. Setelah itu, pada pukul 17.00 WIT, speedboat kembali ke dermaga. Namun 30 menit setelah meninggalkan tug boat, mesin speed boat mengalami mati mesin dan terbalik.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personil rescuer SAR Timika, TNI AL dan masyarakat setempat menggunakan 1 unit perahu karet bermesin 30 PK melakukan penyisiran perairan Amar dengan memperhitungkan pasang surut air mengantisipasi jika korban telah terbawa arus pasang surut air perairan Amar.
Setibanya KM Syukurillah di perairan Amar, kapal tersebut tenggelam. Dua diantara 15 penumpang kapal itu hilang dan 13 orang berhasil diselamatkan oleh sebuah kapal asal Dobo, Kepulauan Aru, Maluku yang melintas.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kapal yang memuat kayu dengan jumlah penumpang sebanyak 15 orang termasuk nakhoda itu, bertolak dari Kampung Aindua, Distrik Mimika Barat Jauh menuju kota Timika kemudian tenggelam di perairan Amar.
Kecelakaan kapal masih mewarnai pelayaran di Kabupaten Merauke. Berdasarkan catatan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, selama 6 bulan terakhir terhitung sejak Januari-Juni 2024, tercatat 10 laporan yang diterima oleh Kantor SAR Merauke.
Menurut Wayan Sutayana, guna mengefisiensikan waktu pencarian terhadap korban, Tim SAR Gabungan Timika menginap di Muara Iwura sekitara Kampung Ararau. “Karena kalau balik ke Timika jauh, jadi tim menginap di sana,” ujarnya.
Operasi SAR ini dilaksanakan setelah tim SAR mendapatkan informasi dari lokasi kejadian bahwa salah satu korban dari Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua atas Aiptu Gunawan Wibisono yang menjabat sebagai Komandan Pos (Danpos) PT. Mutiara Alas Khatulistiwa (MAK) telah ditemukan dan satu korban lainnya masih dalam pencarian.