Nasib malang menimpa seorang pria bernama Tri. Karena merasa menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum polisi dan kasusnya dirasa tidak diseriusi, iapun memilih melapor ke Polda Papua. Ia meminta kasus yang menimpanya ini segera ditindaklanjuti dan diteruskan dengan penegakan hukum.
Untuk memastikan kesiapan anggota kepolisian yang tertib sebelum melakukan tugas pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat, sekaligus menuju Polri yang presisi dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, seluruh anggota Polda Papua dari berbagai direktorat diperiksa oleh Provos Bid Propam Polda Papua.
Sembilan hari dilakukan pencarian terhadap para korban putusnya jembatan gantung akhirnya bisa tuntas. Ini setelah Kepolisian Resor Pegunungan Bintang yang dibantu masyarakat pada Senin (6/2)
Personel Polres Pegunungan Bintang ini dikebumikan di Kabupaten Biak. Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Mohamad Dafi Bastomi bersama wakapolres para PJU serta seluruh personel Polres Pegunungan Bintang melaksanakan kegiatan pengantaran dan penghormatan terakhir kepada almarhum di Bandara Oksibil Sabtu (4/2).
Upaya pencarian tiga korban dari TNI dan Polri di Kali Digoel Kabupaten Pegunungan Bintang yang jatuh dan terseret arus dI Jembatan Iwur membuahkan hasil. Satu anggota TNI yakni Pratu Ferdian Kusuma berhasil ditemukan. Lokasinya di Kampung Arim atau sekitar 5 Km dari lokasi jembatan yang putus.
‘’Saya sering katakan baik di Jayapura, kemarin di Nabire dan Wamena. Kita sebagai anak bangsa harus menghargai proses hukum itu ada mekanismenya dan ini sudah dilakukan. KPK, Kejaksaan dan Polri adalah penegak hukum. Termasuk pengadilan.Â
Kabid Damkar Kota Jayapura, Margaretha V S Kirana mengatakan dirinya menerima informasi kebakaran via telepon dari salah satu anggota RAPI sekira pukul 04.57 WIT. Saat itu juga ia langsung berkoordinasi dengan tim Damkar.
Rumah dinas Kapolda Papua yang berada di Jalan Trikora Nomor 48 RT 01/RW 02 Kelurahan Trikora Distrik Jayapura Utara, Selasa (17/1) terbakar. (Humas for Cepos)
Drama penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe dan proses mengevakuasi Gubernur Papua ke Jakarta sempat membuat ketegangan baik di kota dan kabupaten Jayapura. Khusus di Kabupaten Jayapura polisi terpaksa mengeluarkan tembakan lantaran pendukung Enembe bertindak anarkis.