Ketua Tim Mediasi Konflik, Yoakim Mujizau membenarkan jika pada 14 Oktober 2025, Satgas Rajawali/I dan II Habema dan Satgas 712/WT masuk ke Kampung Janamba dan Soanggama, Kabupaten Intan Jaya. Setelah tim mengidentifikas
"Kelompok OPM tersebut diketahui berjumlah sekitar 30 orang dan telah lama menguasai Kampung Soanggama," jelas Lucky Avianto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/10). Setelah dilakukan pemantauan dan analisa, prajurit
Komandan Satgas Media Koops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, mengungkapkan bahwa hasil identifikasi menunjukkan hal tersebut. "Dari laporan satuan depan bahwa Mayu Waliya ini sebagai komandan operasi. Ia bahkan se
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Mayu Waliya menjabat sebagai Komandan Operasi Kodap XII/Lanny Jaya, di bawah pimpinan langsung Purom Okiman Wenda. Sebelumnya, pada 5 Oktober 2025, Satgas TNI dari Komando Operasi Habe
"Setibanya di lokasi, kelompok TPNPB OPM masuk ke dalam rumah untuk mencari penghuni. Saat itu, almarhum Indra Guruwardana, putra pemilik rumah, berusaha melarikan diri. Namun, sebelum berhasil keluar, korban ditembak du
Ia pun menjelaskan sejumlah rangkaian kegiatan dalam melumpuhkan anggota OPM tersebut antara lain. Pada 8 Agustus 2025 di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya Satuan tugas melakukan penyisiran di Kampung Biak, diduga l
Keberhasilan dalam melumpuhkan tokoh oenting ini menjadi capaian strategis dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, namun juga berpotensi menimbulkan serangan balasan dari kelompok separatis bersenjata lainnya.
”Keberhasilan ini membuktikan bahwa setiap tindakan prajurit TNI dalam menghadapi kelompok bersenjata dilaksanakan secara profesional, terukur, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan,” kata dia.Mayjen Kristomei men
Ketiganya diduga merupakan bagian dari kelompok bersenjata wilayah Ilaga di bawah pimpinan Goliat Tabuni, salah satu tokoh separatis yang dikenal aktif melakukan serangkaian aksi kekerasan di wilayah pegunungan Papua.
“Kami di Sarmi hanya mencatat satu organisasi ilegal yang tidak terdaftar, yaitu OPM. Organisasi ini masih mengadopsi pemahaman yang jelas-jelas berseberangan dengan ideologi Pancasila,” ujarnya.