Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan pasca konflik sosial antara dua kelompok masyarakat pemerintah daerah melakukan rapat koordinasi untuk pemulihan, dimana konflik tersebut hanya terjadi sehari dan atas imbauwan dari pemerin
  Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material bersama aparat kepolisian di sejumlah lokasi terdampak bentrokan tersebut. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dan pend
Upaya pencarian terhadap korban yang hanyut di Kali Uwe beberapa waktu lalu belum usai. Di tengah konflik sosial antara dua kelompok masyarakat di wilayah Distrik Wouma dan Musaima Distrik Hubikiak, Polres Jayawijaya bersama Tim Sar terus m
Menyikapi krisis kemanusiaan ini, Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bergerak cepat mengambil peran ganda tidak hanya sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pilar utama penanganan setiap pengungsi yang datang ke s
Dalam konferensi pers yang digelar pada, Sabtu (16/5) di Wamena, para mahasiswa menilai konflik tersebut sangat merugikan masyarakat Papua sendiri dan mengancam masa depan generasi muda di wilayah pegunungan. Konferensi pers dengan tema “Ja
Dengan suara penuh empati dan ketegasan, ia mengingatkan bahwa Wamena bukan hanya sebuah kota, tetapi rumah bersama bagi seluruh masyarakat Papua pegunungan. “Wamena adalah honai besar kita bersama. Jangan kita tumpahkan darah di honai kita
Banyaknya pengungsi yang masuk ke tempat tersebut membuat Pemprov Papua Pegunungan sejak semalam berupaya untuk mengambil langkah cepat untuk membantu. Yakni, dengan menyediakan fasilitas tidur yang layak kepada para pengungsi berupa kasur
Gubernur Papua Pegunungan memastikan telah membuat laporan polisi ke Polres Jayawijaya atas informasi hoaks yang menyatakan jika perang yang terjadi antara dua kelompok massa di Wamena dilakukan karena perintahnya. Gubernur Papua Pegunungan
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan personel pengamanan, pelibatan tokoh gereja dan tokoh adat dalam proses mediasi, dukungan pemerintah daerah terkait penyelesaian denda adat, serta penguatan
Bentrokan antara kedua kelompok masyarakat tak terhindarkan setelah dua kelompok ini melakukan aksi saling serang dari pinggiran kali Uwe dengan menggunakan panah dan batu dari kedua sisi kali tersebut, aksi ini direspon dari aparat keamana