"Jadi menjelang Nataru ada kenaikan harga. Ayam yang biasanya harga Rp40.000 kini naik Rp45.000 per satu kilogram (Kg), kemudian daging yang biasanya kita jual Rp140.000 sampai Rp145.000 sekarag Rp150.000," kata Diana.
Gubernur mengatakan, dinamika ekonomi global dan nasional masih penuh ketidakpastian. Berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga komoditas global, hingga gangguan rantai pasokan, secara langsung maupun tidak langsung
Marlina, salah seorang penjual sayur di Pasar Pharaa, mengungkapkan bahwa harga sayuran seperti kangkung, kacang panjang, bunga pepaya, dan daun betatas masih berada pada kisaran normal, yakni Rp10 ribu per ikat.
Tentang Rakorwil Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah IX dan X Lukman mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat pengawasan, pengendalian, serta pengembangan seluruh bandara di wilayah Papua.
Kepala Disperindag Kota Jayapura, Barto Itaar, mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini dalam keadaan aman. Meski sempat terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, menurutnya, kenaikan tersebut masih dalam batas w
Seorang pedagang eceran di Pasar Sentral Timika yang akrab disapa Mama Rio menyebutkan, saat ini tomat dijual dengan harga Rp35.000 per kilo dari sebelumnya Rp25.000. “Karena sekarang tomat lagi kosong atau stoknya sedik
‘’Kita ke Merauke untuk melihat bagaimana harga beras. Kami disini bersama dengan tim Satgas Pengendalian Harga Pangan. Kami bersama Bareskrim Polri dan dari Badan Ketahanan Pangan Nasional,’’ kata Ketua Tim Abd. Haris B
Kata Yulius, kondisi ini telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir dikarenakan berdasarkan informasi yang diterima dari distributor bahwa harga beras dari daerah asal turut mengalami lonjakan harga. "Jadi berbagai
DPRK Papua Pegunungan mengingatkan kepada pemerintah untuk kembali melihat perekonomian masyarakat, apalagi sampai saat ini peredaran uang masih minim, sehingga apabila harga barang naik karena adanya penarikan tentunya
Penjabat Gubernur Papua Agus Fatoni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian agar kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau.